Kalau ada media-media mainstream seperti Kompas, Tribun News, TV One dll, dan juga media sosial yang melawan arus mainstream mudah ditebak kalau isi beritanya itu dusta dan rekayasa. Mereka berusaha menggiring opini masyarakat untuk mempercayai berita (hoax) mereka.
“Tapi saat ini akan sulit. Kompas sudah beberapa kali dipermalukan masyarakat karena menyajikan berita hoax hanya karena ingin menyenangkan rezim Jokowi, seperti berita kunjungan Jokowi ke Rusia dan Ukraina, memasukkan Anies dalam kelompok koruptor, dan terakhir merilis hasil survei kalau elektabilitas Ganjar yang tertinggi (dua berita pertama sudah diralat),” jelasnya.
Kunjungan Anies ke Medan yang disambut ribuan warga yang meneriakkan “Anies Presiden” bak seorang Raja; sebaliknya kunjungan Ganjar yang tanpa sambutan sama sekali selain crew lima orang peliput berita, telah mematahkan seluruh kebohongan media mainstream dan seluruh lembaga survey pelacur yang tetap mengunggulkan Ganjar dan mendegradasi Anies.




