KNews.id – Jakarta, Belum lama ini, Pejabat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Timur Tengah memperingatkan, peluang tercapainya solusi dua negara bagi warga Israel dan Palestina semakin kecil.
“Masyarakat di wilayah ini dapat keluar dari periode ini dengan damai, aman dan bermartabat,” ujar Koordinator Khusus untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Sigrid Kaag dalam sebuah pertemuan Dewan Keamanan PBB, Selasa 25 Februari 2025.
Kemudian, Sigrid Kaag juga menyebut, dampak dari konflik, situasi di Gaza, perluasan permukiman Israel dan ancaman aneksasi Tepi Barat semakin menjauhkan solusi dua negara Israel-Palestina.
Selain itu, di Dewan Keamanan, Kaag mengungkapkan kekhawatirannya tentang perluasan operasi militer Israel di Tepi Barat yang dimulai pada tanggal 21 Januari, khususnya di wilayah Jenin, Tubas dan Tulkarm.
Lalu, bagaimana sikap Indonesia? Beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia mendukung solusi dua negara atau two state solution dalam penyelesaian konflik di Israel dan Palestina.
Presiden Prabowo ingin konflik di Gaza, Palestina berhenti dan memulai kembali pembangunan infrastruktur yang rusak. Dia menegaskan, Indonesia mendukung upaya-upaya menuju penyelesaian yang adil dan langgeng, yang berlandaskan pada solusi dua negara.




