Beda waktu dalam hitungan detik dan menit sudah kembali kewatak aslinya. Dengan percaya diri dibalut diplomasi gaya katak tanpa beban dan dosa Presiden mengatakan itu terserah rakyat, saya akan taat pada undang undang.
Logika dan nalar politik normal diterabas, seolah olah semua manusia dungu tidak bisa menangkap kedunguan yang muncul. Begitu ada aturan yang menghambat segara diganti dengan instrumen aturan baru melindas aturan lama.
Semua masalah kenegaraan yang melibas dan menabrak konstitusi bersumber dari Presiden sendiri, lepas karena tekanan atau apapun alasan politiknya. Menambah masa jabatan tiga tahun atau nafsu keinginan berkuasa tiga periode atau seumur hidup, sama saja akan menabrak konstitusi.
Nampaknya rekayasa ini setali tiga uang (drie pennies) artinya sepaham atau sama dan tidak ada bedanya, rekayasa Oligarki dengan keinginan P Jokowi sendiri. Bahwa Negara Indonesia itu saat ini tidak ada atau tidak hadir, karena negara, rezim dan presiden saat ini hanya boneka kapitalis yang tidak sesuai dengan cita cita kemerdekaan bangsa Indonesia (Emha Ainun Najib) Sesungguhnya setelah penggantian UUD45 dengan UUD2002, kerusakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang makin menjauh dari amanat para pendiri bangsa sudah makin jelas bagi mereka yang jeli, peka dan terlatih.




