spot_img
Minggu, Februari 22, 2026
spot_img
spot_img

Pakistan Luncurkan Serangan Udara ke Afghanistan, Puluhan Warga Sipil Tewas

KNews.id – Jakarta – Pakistan meluncurkan serangkaian serangan udara lintas batas yang menargetkan “kamp pelatihan dan persembunyian teroris” di wilayah timur Afghanistan pada Minggu (22/2).

Kementerian Pertahanan Afghanistan melaporkan “puluhan” warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dan terluka dalam insiden tersebut.

- Advertisement -

Serangan ini terjadi di awal bulan suci Ramadan dan menjadi eskalasi paling masif sejak bentrokan perbatasan pada Oktober lalu yang menewaskan lebih dari 70 orang dari kedua belah pihak.

Islamabad menyatakan bahwa operasi udara tersebut menghantam tujuh lokasi di sepanjang wilayah perbatasan. Serangan ini diklaim sebagai tindakan balasan atas serangkaian insiden bom bunuh diri yang baru-baru ini mengguncang Pakistan.

- Advertisement -

Seperti dilansir AFP, Pakistan dalam pernyataannya menyebut operasi berbasis intelijen ini menyasar tujuh kamp milik Taliban Pakistan (TTP) dan afiliasi regional kelompok ISIS.

Selain itu, Pakistan menuding otoritas Taliban di Afghanistan gagal bertindak terhadap kelompok militan yang menggunakan wilayah Afghanistan untuk menyerang Pakistan, meski telah berulang kali diperingatkan.

Kementerian Pertahanan Afghanistan membantah klaim Pakistan dan menyatakan bahwa serangan tersebut justru menghantam madrasah serta rumah-rumah penduduk di Provinsi Nangarhar dan Paktika.

Juru bicara kepolisian Nangarhar, Sayed Tayeeb Hammad, menyebut di satu rumah terdapat 23 anggota keluarga, di mana lima di antaranya berhasil dievakuasi dalam kondisi luka-luka.

Koresponden melaporkan warga di Distrik Bihsud menggunakan alat berat dan sekop untuk mencari jenazah di bawah reruntuhan bangunan yang luluh lantak akibat pengeboman tengah malam tersebut.

Pemerintah Afghanistan mengecam keras aksi tersebut dan berjanji akan memberikan “respons yang tepat dan terukur”. Hubungan kedua negara terus memburuk sejak Taliban kembali berkuasa di Afghanistan pada 2021.

- Advertisement -

Berbagai upaya diplomasi telah dilakukan, termasuk ketika Qatar dan Turki sempat memediasi gencatan senjata, namun gagal mencapai kesepakatan jangka panjang.

Baru-baru ini, Arab Saudi membantu pembebasan tiga tentara Pakistan yang ditawan Afghanistan sejak Oktober lalu. Ketegangan ini menyebabkan perbatasan darat ditutup selama berbulan-bulan, yang memukul sektor ekonomi warga di kedua negara.

Islamabad meluncurkan serangan ini menyusul ledakan bunuh diri di sebuah masjid Syiah di Islamabad dua pekan lalu yang menewaskan sedikitnya 40 orang, serangan paling mematikan di ibu kota Pakistan sejak 2008. ISIS-Khorasan telah mengklaim tanggung jawab atas ledakan tersebut.

(NS/CNN)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini