spot_img
Selasa, Maret 10, 2026
spot_img
spot_img

OJK Turut Ungkapkan Duka Mendalam Atas Bencana Sumatera dan Komitmen Untuk Meringankan Beban Masyarakat

KNews.id – Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (Ketua OJK), Mahendra Siregar turut menyampaikan duka mendalam atas bencana siklon tropis Senyar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dia turut berkomitmen untuk meringankan beban masyarakat.

Mahendra juga berterima kasih atas simpati yang disampaikan oleh setiap pihak mengenai bencana Sumatera tersebut. Termasuk yang disampaikan Director for Financial and Enterprise Affairs, OECD, Carmine di Noia.

- Advertisement -

“Terima kasih atas penyampaian duka mendalamnya terhadap para korban siklon tropis Senyar di tiga provinsi di Sumatera,” kata Mahendra, sebelum memulai sambutannya dalam OECD Asia Roundtable on Digital Finance 2025, di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali, Senin (1/12/2025).

Dia turut berharap setiap keluarga yang terdampak bisa mendapatkan bantuan. Harapannya, bisa mengurangi beban dari masyarakat terdampak tadi.

- Advertisement -

“Tadi juga Pak Carmine menyampaikan hal yang sama dan tentu kita berharap bagi keluarga korban dan seluruh masyarakat yang terkena dampak ke sana dapat diringankan beban yang mereka hadapi,” ucap Mahendra.

Bos OECD Turut Berduka

Sebelumnya, perwakilan Organization for Econonic Co-operation and Development (OECD) turut berduka atas kejadian bencana Sumatera, termasuk banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Rasa belasungkawa itu disampaikan Director for Financial and Enterprise Affairs OECD, Carmine di Noia sebelum menyampaikan sambutannya dalam OECD Asia Roundtable on Digital Finance 2025, di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali.

“Sebelum saya melanjutkan, saya juga ingin menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada para korban banjir parah yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Indonesia,” kata Carmine, Senin, 1 Desember 2025.

Perlu Menanggulangi Risiko

- Advertisement -

Dia menuturkan, bencata Sumatera itu menjadi tanda untuk setiap pihak untuk menanggulangi risiko. Serta turut juga melindungi masyarakat yang terdampak.

“Hal ini juga, menurut saya, merupakan tanda bahwa kita benar-benar harus bekerja untuk mencari cara guna mengurangi risiko ini dan berupaya melindungi masyarakat. Kami sangat menyesal atas kejadian ini, dan saya juga menyampaikannya atas nama OECD,” tutur Carmine.

Seperti diketahui, sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami bencana berupa longsor dan banjir bandang. Ratusan orang dikabarkan turut menjadi korban meninggal dunia.

Korban Meninggal Dunia Bencana Sumatera

Sebelumnya, Jumlah korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bertambah menjadi 442 jiwa. Data tersebut dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) (1/12/2025)

“Sementara itu untuk total korban hilang di tiga provinsi mencapai 402 jiwa,” kata Kepala BNPB Suharyanto.

Dari Pos Pendukung Nasional di Tapanuli Utara tersebut, dia memaparkan di Sumatera Utara, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 217 orang setelah tim SAR gabungan menemukan sejumlah korban yang sebelumnya dinyatakan hilang.

(FHD/OJK)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini