KNews.id – Jakarta – Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, meyakini bahwa paket stimulus atau insentif ekonomi yang baru saja diumumkan pemerintah akan membantu meningkatkan daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga.
“Kami yakini bahwa insentif-insentif itu akan membantu meningkatkan daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga,” kata Mahendra dalam konferensi pers RDKB Mei 2025, di Jakarta, Senin (2/6/2025).
Ia pun menegaskan komitmen OJK dalam mendukung penuh stimulus ekonomi yang akan diluncurkan pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Insentif tersebut meliputi diskon tiket pesawat, diskon tarif tol, bantuan sosial tambahan, subsidi upah, serta bantuan iuran jaminan kecelakaan kerja.
“Kami mendukung sepenuhnya inisiatif pemerintah meluncurkan paket insentif ekonomi yang diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.
Untuk menyukseskan inisiatif tersebut, OJK akan fokus pada optimalisasi fungsi intermediasi lembaga jasa keuangan, termasuk perluasan akses pembiayaan, khususnya bagi segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Untuk ikut mendukung suksesnya inisiatif-insentif tersebut, kami fokus pada peran lembaga jasa keuangan mengoptimalkan fungsi intermediasinya termasuk pada perluasan akses pembiayaan yang khususnya juga mencakup segmen UMKM,” ungkap Mahendra.
Terkait hal tersebut, Mahendra juga mengungkapkan bahwa saat ini OJK tengah memfinalisasi peraturan tentang akses pembiayaan UMKM yang telah dikonsultasikan dengan DPR. “Dalam kaitan itu secara khusus dapat kami update kembali bahwa sedang difinalisasi peraturan OJK tentang akses pembiayaan UMKM yang telah dikonsultasikan dengan DPR,” katanya.
Upaya OJK Dukung Paket Stimulus Pemerintah
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar saat Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Jakarta, Senin, (28/4/2025).
Selain itu, OJK melalui 37 kantor regionalnya di berbagai daerah terus mendorong lembaga jasa keuangan dan para pemangku kepentingan untuk menggali potensi komoditas unggulan dan industri utama di masing-masing wilayah.
“Melalui kantor-kantor OJK di daerah yang jumlahnya adalah 37 saat ini, lembaga jasa keuangan dan para pemaku kepentingan terkait juga terus menggali potensi komoditas, unggulan daerah, dan industri utama di daerah masing-masing,” ujarnya.
Upaya ini ditujukan agar pengelolaan dan pemanfaatannya mampu memberikan daya dorong besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah, yang pada akhirnya turut mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Terobosan OJK
Di sisi lain, OJK juga terus melakukan langkah-langkah dan terobosan dalam pendalaman pasar keuangan, guna menyediakan alternatif instrumen investasi yang menarik bagi masyarakat serta memperluas akses dan basis investor di Indonesia.
“Kami terus melakukan langkah-langkah dan terobosan dalam pendalaman pasar keuangan untuk menyediakan alternatif instrumen investasi yang menarik bagi masyarakat serta perluasan akses untuk meningkatkan basis investor yang juga terus-menerus dilakukan,” ungkapnya.
Adapun beberapa rencana yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat adalah peluncuran produk ETF emas dan pembukaan jalur distribusi baru agar masyarakat semakin mudah mengakses instrumen investasi.
“Dan tentu langkah-langkah tadi juga dimaksudkan untuk mendorong sektor keuangan yang semakin inklusif yang memungkinkan potensi ekonomi Indonesia lebih dioptimalkan lagi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.




