spot_img
Minggu, Januari 25, 2026
spot_img
spot_img

OJK Optimistis Stabilitas Sektor Jasa Keuangan akan Terjaga hingga Akhir Tahun

Risiko kredit melanjutkan penurunan, baik pada industri perbankan maupun pembiayaan didukung likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat. NPL gross perbankan per September 2022 terpantau turun menjadi sebesar 2,78%, sementara rasio NPF perusahaan pembiayaan turun ke level 2,58%.

Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) di level 121,62% dan Alat Likuid/DPK di level 27,35% pada September 2022. Ketahanan permodalan industri jasa keuangan menunjukkan peningkatan dengan Rasio KPMM mencapai 25,12%, sejalan dengan kuatnya permodalan industri asuransi jiwa dan asuransi umum dengan Risk-Based Capital (RBC) masing-masing di level 467,25% dan 312,79%. Demikian halnya dengan gearing ratio perusahaan pembiayaan yang sebesar 2,00 kali.

- Advertisement -

Sementara memasuki tahun 2023, Mahendra menghimbau agar pelaku industri sketor jasa keuangan mengantisipasi kemungkinan pemburukan ekonomi global yang nampaknya tingkat probabilitasnya semakin tinggi.

“Oleh karena itu, sambil menjaga dan tetap pertahankan momentum pertumbuhan sejak pandemi, OJK melihat langkah antisipatif yang harus dilakukan secara proaktif sehingga resiko itu dapat diantisipasi atau diminimalisir dampaknya kinerja sehingga mengurangi dampak ke stabilitas sistem keuangan itu sendiri,” kata Mahendra.

- Advertisement -

Kendati tantangan tahun depan besar, OJK melihat pertumbuhan kredit masih akan berlanjut. Mahendra mengatatakan, OJK memperkirakan pertumbuhan kredit tahun 2023 seharusbua bisa sedikit di atas 1,5 kali dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). (Ach/Ktn/Adv)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini