Kinerja IHSG tersebut juga merupakan yang tertinggi kedua setelah Singapura jika dibandingkan dengan seluruh kinerja bursa ASEAN, setelah sebelumnya IHSG juga pernah berada di tingkat pertama di kawasan ASEAN dan Regional, serta peringkat ke-3 di dunia pada November lalu.
Dari sisi perkembangan pasar modal syariah, turut mengalami peningkatan per 28 Desember 2022 yang tercatat pada indeks saham syariah Indonesia (ISSI) ditutup pada 218,38 poin atau meningkat 15,53%, dibandingkan posisi per 30 Desember 2021 sebesar 189,02 poin.
“Sementara kapitalisasi pasarnya tercatat sebesar Rp4.801,27 triliun atau meningkat sebesar 20,52% ytd apabila dibandingkan posisi per 30 Desember 2021yaitu sebesar Rp3.983,65 triliun,” imbuhnya.




