Situasi 2023 memang sangat menantang, seiring dengan memburuknya ekonomi global. Pandemi covid-19 yang belum sepenuhnya berakhir, ketegangan geopolitik hingga perubahan arah kebijakan moneter oleh negara maju. Seluruh masalah itu memungkinkan terjadinya krisis energi, pangan hingga keuangan.
“Kami dan para asosiasi jasa keuangan menyampaikan rencana, prospek dan tantangan ke depan yang perlu diantisipasi dimitigasi dan ditangani dengan sebaik-baiknya sehingga sekalipun kondisi perekonomian global penuh tantangan tidak mudah. Kita harus mitigasi dampak dari itu,” ungkap Mahendra.




