“Risiko kredit di Februari 2023 terjaga dengan rasio NPL net perbankan sebesar 0,75%, dimana pada Januari 2023 sebesar 0,76% dan NPL gross sebesar 2,58% dibandingkan Januari 2023 sebesar 2,59%,” pungkasnya.
Di sisi lain, kredit restrukturisasi Covid-19 pada Februari 2023 terus mencatatkan penurunan menjadi Rp427,70 triliun, dibandingkan dengan Januari 2023 sebesar Rp435,74 triliun. Dengan jumlah debitur yang menurun menjadi 1,93 juta nasabah, dibandingkan Januari 2023 yang sebanyak 2,02 juta nasabah.
Kemudian, Posisi Devisa Neto (PDN) tercatat sebesar 1,47%, dimana pada Desember 2022 sebesar 1,51%, masih jauh di bawah threshold sebesar 20%.
“Capital Adequacy Ratio (CAR) industri perbankan juga menguat menjadi sebesar 26,10%, yang pada Januari 2023 sebesar 25,88%,” jelas Dian. (Bay/Ibn)




