spot_img

Netanyahu Mulai Pidato, Delegasi Indonesia dan Puluhan Negara Langsung Walk Out

KNews.id – Jakarta – Langkah berani para diplomat Indonesia yang memilih walkout saat Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu hendak berpidato di Sidang Majelis Umum PBB ke-81 menuai simpati dan apresiasi tinggi dari Senayan. Tindakan keluar ruangan secara massal tersebut dinilai sebagai pesan diplomasi yang sangat lugas dan tanpa kompromi.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Syamsu Rizal atau yang akrab disapa Deng Ical, menegaskan bahwa aksi angkat kaki tersebut merupakan bentuk protes nyata atas kejahatan kemanusiaan dan agresi militer pasukan Zionis di Tanah Palestina.

- Advertisement -

“Saya bangga dengan sikap delegasi Indonesia yang melakukan walkout saat Benjamin Netanyahu hendak berpidato. Sikap ini sudah sangat tepat dan menunjukkan bahwa Indonesia konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina serta menolak berbagai tindakan yang merugikan rakyat Palestina,” ujar Deng Ical dalam keterangan resminya, Sabtu (26/9/2026).

Deng Ical menilai, aksi walkout yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono bukan sebatas gimik simbolik di panggung diplomasi. Langkah itu adalah amarah moral atas pembantaian sistematis yang terus menggerogoti warga Gaza.

- Advertisement -

Berdasarkan data hingga September 2026, jumlah korban tewas akibat gempuran militer dan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza telah menembus angka memilukan, yakni melampaui 74.000 jiwa –yang didominasi oleh anak-anak dan kaum perempuan.

“Walkout ini adalah bentuk protes dan kecaman terhadap genosida Israel. Dunia tidak boleh diam terhadap penderitaan rakyat Palestina,” tegas politisi PKB tersebut.

Ia mendorong komunitas internasional untuk tidak cuma pandai berwacana, tetapi berani menyeret rezim Israel ke mekanisme hukum internasional.

“Jangan sampai hukum internasional hanya menjadi aturan di atas kertas. Bagi Indonesia, kemerdekaan Palestina adalah harga mati dan tidak bisa ditawar,” cetusnya mantap.

Ruang Sidang PBB Gempar dan Berdesakan

Pemandangan di dalam Gedung Majelis Umum PBB di New York pada Kamis (24/9/2026) waktu setempat memang terbilang riuh dan dramatis. Tepat saat pimpinan sidang mempersilakan Netanyahu melangkah menuju podium utama, para diplomat Indonesia langsung berdiri serentak meninggalkan kursi mereka.

Sikap tegas Indonesia itu langsung diikuti oleh gelombang diplomat dari puluhan negara lainnya. Pemandangan berbondong-bondong meninggalkan ruangan menciptakan antrean panjang di pintu keluar, hingga membuat suasana aula sidang mendadak riuh.

- Advertisement -

Ketua sidang bahkan terpaksa mengetuk palu berulang kali demi menertibkan ruang sidang yang mendadak kosong melompong. Aksi serentak para diplomat dunia ini menjadi bukti sahih betapa terisolasinya rezim Israel di mata internasional.

(RD/ILH)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini