KNews.id – Mengutip perkataan Anis Baswedan “Anak Muda memang minim pengalaman maka ia tak menawarkan masa lalu, anak muda menawarkan masa depan”. Kaliber sosok pemimpin bukan ditentukan oleh tua atau mudanya seseorang.
Pemimpin muda juga dapat menjadi agent of change (agen perubahan) dalam hal transformasi budaya dan sosial. kepemimpinan mereka dapat berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan progresif.
Pada setiap era peradaban manusia, kaum muda memiliki peran sebagai kunci utama dalam membentuk dan mengarahkan masa depan. Kaum muda memiliki energi, semangat, dan ide-ide segar yang inovatif, sehingga memungkinkan mereka untuk menjadi katalisator perubahan yang signifikan dalam masyarakat. Dalam Sejarah masa lalu bangsa Indonesia, telah banyak tokoh pemuda yang akhirnya lahir sebagai pemimpin besar di masa perjuangan kemerdekaan, beberapa diantaranya seperti Soekarno, Hatta, Syahrir, Natsir dan sebagainya.
Memastikan masa depan yang gemilang untuk masa depan sangatlah penting bagi generasi muda untuk menjadi fondasi yang kokoh. Penting juga bagi generasi muda untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Hal ini membantu anak muda memahami realitas kehidupan di sekitarnya, mengembangkan empati, dan berpartisipasi dalam upaya membangun masyarakat yang adil dan beradab. Berpartisipasi dalam filantropi dan kegiatan sukarela tidak hanya membangun kohensi sosial, namun juga mengembangkan kepemimpinan dan tanggung jawab.
Generasi muda, dengan semangat keberagaman dan kreativitas, demi masa depan bangsa yang lebih baik. Salah satu contoh yang menginspirasi adalah upaya generasi muda dalam mendukung inklusivitas dan membantu sesama di tengah tantangan sosial dan ekonomi.
Mengapa harus generasi muda? Mereka tumbuh dengan teknologi, pemikiran pembaharu, baik itu komputer, gawai, dan dunia internet hingga urusan global. Teknologi itu dapat memberi kemudahan dan berdampak positif pada dunia usaha, politik, dan juga bisnis dalam peran apa pun yang mereka ambil. Hari ini, generasi muda telah terlihat membuat tanda mereka di berbagai bidang untuk menggabungkan, bisnis, olahraga, politik, media dan hiburan.
Catatan penting bagi kita pemimpin muda jauh lebih dinamis, energi dan berani mengambil resiko mengingat bahwa mereka masuk tanpa bagasi sebelumnya atau hambatan dari masa lalu. Kualitas pentingnya lainya adalah bahwa anak muda percaya dalam pekerajaan apalagi bagi kaum intelektual yang memahami akan tri dharma perguruan tinggi (Pengabdian) yaitu tentang keumatan yang memahami akan Topografinya.
Kabupaten BIMA sendiri tidak hanya kayan akan sektor pertaniannya, tapi kaya akan pariwisatanya. Kita tau bahwa pariwisata sendiri tidak hanya mencakup domistik tapi internasional. Saya sendiri berharapa pemuda BIMA berkembang dan berperan dalam memajukan segala sektor lini pertnian maupun pariwisa.
Gen Z di era millennial terutama Kab. Bima harus melek akan tehknologi untuk kemasyarakatan sektor pertanian dan pariwisata. Karena di era revolusi industri 4.0 (Four Poin Zero) pemuda sendiri terutaman Gen Z harus berperan aktif dalam memanfaatkan teknologi dalam memasarkan keindahan alamnya.
Contoh pemimpin muda mempunyai energi, semangat, dan ide-ide segar yang inovatif mewakili masyarakat untuk 5 Tahun kedepan yaitu Sri Langit Nawaksara, S.H. Beliau adalah Anggota DPRD Kab. Bima Prov. NTB salah satu sosok anak muda yang membawa harapan baru untuk aspirasi masyarakat NTB terkuhusnya Kabupaten BIMA yang dimana kita tahu bahwasanya banyak sekali persoalan yang belum terselesaikan secara vertikal maupun horizontal.
(FHD/NRS)





