Sedangkan kudeta konstitusional, menurut Rizal, adalah upaya mengguncang pemerintahan dengan mengubah konstitusinya. Rizal lalu menceritakan masa-masa transisi dari Orde Baru ke era Reformasi.
Ia menyebut, saat itu Presiden ke-2 Soeharto sudah mempertimbangkan gagasan untuk tak lagi mencalonkan diri pada tahun 1998.
“Habis itu rapat keluarga, (bersama) Ibu Tien dan anak-anaknya. Ibu Tien juga minta, `Mas jangan maju lagi tahun 1998, kapan sih ngurusin keluarga?`” terang Rizal.
“Akhirnya Pak Harto janji sama Ibu Tien dan anak-anaknya nggak bakal maju lagi tahun 98. Tapi yang namanya Harmoko terus (mendorong), `Pak Harto lagi! Pak Harto lagi!`” tutur Rizal menambahkan.




