spot_img

Menutup Aib dan Menasihati dengan Lembut, Begini Akhlak Rasulullah SAW kepada Ahli Maksiat

KNews.id – Jakarta – Islam bukanlah agama yang mengajarkan sikap keras, apalagi gemar mengkafirkan masyarakat. Sebaliknya, Islam membawa kelembutan dan kasih sayang, termasuk kepada orang-orang yang bermaksiat dan berdosa.

Kita sering menyaksikan orang-orang yang mengaku berilmu dan beriman, tetapi kemudian dengan mudah mengkafirkan para pelaku maksiat dan membuat mereka berputus asa dari rahmat Allah Ta’ala.

- Advertisement -

Menurut metode berpikir mereka, yang satu dianggap kafir, yang lain disebut ahli bidah, sementara yang lainnya lagi dinilai fasik. Akibatnya, mereka justru membuat manusia berputus asa dari rahmat Ar-Rahman Ar-Rahim dan menjauhkan mereka dari agama Rabb seluruh alam.

Salah satu akhlak Rasulullah SAW adalah kasih sayang. Beliau menyayangi orang-orang yang bermaksiat dan berdosa, serta selalu membukakan bagi mereka pintu harapan dan pintu ampunan, betapapun banyak dosa dan kesalahan yang telah dilakukan seorang hamba.

- Advertisement -

عَنْ أَبِي الطَّوِيلِ شَطْبٍ الْمَمْدُودِ أَنَّهُ قَالَ: أَتَيْتُ أَنَا رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم، فَقُلْتُ: أَرَأَيْتَ رَجُلًا عَمِلَ الذُّنُوبَ كُلَّهَا وَلَمْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ شَيْئًا، وَمَعَ ذَلِكَ لَمْ يَتْرُكْ حَاجَةً وَلَا دَاجَةً إِلَّا اقْتَطَعَهَا بِيَمِينِهِ، فَهَلْ لِذَلِكَ مِنْ تَوْبَةٍ، قَالَ: «هَلْ أَسْلَمْتَ»؟ قُلْتُ: أَمَّا أَنَا فَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّكَ رَسُولُ اللَّهِ، فَقَالَ: «نَعَمْ لِيَفْعَلِ الْخَيْرَاتِ وَيَتْرُكِ الشِّرْكَ، يَجْعَلُهُنَّ خَيْرَاتٍ كُلَّهُنَّ»

Diriwayatkan dari Abu Ath-Thuwail Syathb Al-Mamdud, ia berkata, “Aku datang menemui Rasulullah SAW lalu aku bertanya, ‘Bagaimana menurutmu tentang seseorang yang melakukan seluruh dosa, tetapi tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun?

Ia bahkan tidak meninggalkan satu kebutuhan pun melainkan dipenuhinya, dan tidak pula meninggalkan satu perkara pun melainkan diambilnya dengan tangannya. Apakah masih ada kesempatan baginya untuk bertobat?’

Beliau bertanya, ‘Apakah engkau telah masuk Islam?’ Aku menjawab, ‘Adapun aku, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah.’

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini