KNews.id – Jakarta, Profesor Talip Küçükcan, duta besar Turki untuk Republik Indonesia, berkunjung ke Kementerian Luar Negeri RI, menemui Menlu Sugiono, kemarin (17/1/2025).
“Kedutaan Besar berencana untuk menyelenggarakan sejumlah acara sosial, budaya dan diplomatik untuk meningkatkan kesadaran akan hubungan yang kuat antara Türkiye dan Indonesia,” demikian rilis yang diterima pers, Sabtu (18/1/2025)
Duta Besar Küçükcan mencatat bahwa Menlu Sugiono menyambutnya dengan hangat dan menegaskan dukungannya terhadap acara HUT ke-75. Selama audiensi, Duta Besar Küçükcan mengingatkan bahwa Dewan Kerjasama Tingkat Tinggi dibentuk selama KTT G20 di Bali pada tahun 2020 sebagai mekanisme untuk mengkonsolidasikan kemitraan antara Türki dan Indonesia. Total volume perdagangan kedua negara ini sekitar 1,5 miliar dolar AS dan para pemimpin kedua negara menetapkan target volume perdagangan tahunan sebesar 10 miliar dolar AS.
Duta Besar Küçükcan juga memaparkan kepada Menteri Sugiono tentang diplomasi budaya, pendidikan dan ekonomi antara Türki dan Indonesia. Dalam konteks ini, Duta Besar Küçükcan memberi tahu Menteri bahwa Türkiye telah mendirikan Institut Yunus Emre di Jakarta sebagai jembatan budaya antara kedua negara di mana kursus bahasa Turki gratis ditawarkan dan acara budaya diselenggarakan.
Mengenai diplomasi pendidikan, Duta Besar Küçükcan mencatat bahwa lebih dari 4.500 mahasiswa Indonesia saat ini belajar di universitas-universitas Turki. Pemerintah Turki ingin meningkatkan jumlah mahasiswa itu sambil memperluas kerjasama akademik antara universitas Turki dan Indonesia.
Tidak lupa, dalam pertemuannya dengan Menteri Sugiono, Duta Besar Küçükcan merujuk pada peningkatan kerjasama di sektor pertahanan dan keamanan antara kedua negara. Duta Besar Küçükcan akhirnya mencatat bahwa minat perusahaan-perusahaan Turki untuk berinvestasi di Indonesia sedang meningkat, terutama di sektor konstruksi, kesehatan, energi, pangan dan pertahanan.





