spot_img
Kamis, Maret 12, 2026
spot_img
spot_img

Menko Pulkam Budi Gunawan Bersiap Indonesia Siaga Hadapi Potensi Tsunami Imbas Gempa Rusia

KNews.id – Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan meminta kepada seluruh jajaran terkait di Indonesia untuk bersiap segala kemungkinan terkait potensi tsunami akibat gempa bermagnitudo 8,7 yang terjadi di lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia, Rabu (30/7) pukul 06.24 WIB.

Budi mengatakan, berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dampak yang mungkin akan sampai di Indonesia yaitu adanya potensi kenaikan muka air laut di beberapa wilayah yang diperkirakan mencapai 0,5 meter.

- Advertisement -

“Wilayah yang perlu mendapatkan pemantauan dan perhatian khusus meliputi Papua, Maluku Utara, Gorontalo, dan sebagian Sulawesi Utara. BMKG telah mengaktifkan peringatan dini tsunami dengan level Waspada/Siaga untuk beberapa wilayah tersebut,” kata Budi seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (30/7/2025).

Budi pun menginstruksikan kepada Kementerian/Lembaga terkait untuk melakukan langkah-langkah persiapan dan pencegahan yang diberikan kepada Pemerintah Daerah, BNPB dan BPBD, TNI/Polri Basarnas dan BMKG untuk menyiapkan Posko Tanggap Darurat di provinsi yang mendapat peringatan.

- Advertisement -

“Tingkatkan kewaspadaan, siapkan personel di lapangan untuk siap dalam mendukung dan melaksanakan evakuasi termasuk dengan pengamanan jalur evakuasi, pengendalian massa, menjaga fasilitas vital di pesisir, menyiagakan tim SAR maritim dan udara di posisi yang memiliki kerawanan, mengumumkan peringatan resmi serta mengurangi aktivitas di pantai dan pelabuhan,” minta Budi.

Pemutakhirkan Peringatan

Budi juga meminta pemutakhirkan peringatan setiap 30 menit hingga ada pernyataan berakhirnya ancaman tsunami (all-clear).

“Seluruh komponen pemerintah baik pusat maupun daerah sudah siap untuk antisipasi dengan bergerak cepat dan tepat. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama pemerintah. Saya juga mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan mengikuti instruksi resmi di lapangam,” tegas Eks Kepala BIN ini.

Imbauan

Budi pun mengimbau kepada masyarakat, menunggu kondisi dinyatakan clear, untuk menjauhi pantai, muara sungai, dan aktivitas perairan di wilayah yang masuk peringatan BMKG. Selain itu, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

- Advertisement -

“Seluruh informasi resmi hanya bersumber dari BMKG, BNPB, BPBD, dan aparat TNI/Polri,” Budi menandasi.

Sebagai informasi, dalam keadan darurat masyarakat harus membawa kebutuhan khusus s cukup. Jija berada di wilayah pesisir bdan ikuti langkah-langkah serta jalur evakuasi yang telah ditentukan bila terjadi ancaman tsunami.

(FHD/Lpt6)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini