spot_img
Sabtu, Januari 24, 2026
spot_img
spot_img

Mendikdasmen: Banyak Anggota DPR Lulusan Paket C

Jalur Alternatif

Menurut Abdul Mu’ti, program pendidikan Paket A, Paket B, maupun Paket C melalui PKBM menjadi jalur alternatif penting bagi masyarakat yang tidak dapat mengakses pendidikan formal. PKBM dinilai bisa menjangkau kelompok rentan yang putus sekolah karena berbagai faktor.

Dia juga membeberkan bahwa tingginya angka anak tidak sekolah di Indonesia tidak semata-mata disebabkan oleh faktor ekonomi. Banyak faktor lain seperti faktor kultural, semisal menikah di usia muda, serta kendala geografis yang membuat akses pendidikan formal sulit dijangkau.

“Angka tidak sekolah kita cukup tinggi, dan sebagiannya itu bukan semata-mata karena ekonomi, tapi sebagian karena alasan kultural, misalnya menikah di usia muda, atau karena geografi,” ungkap Abdul Mu’ti.

Ia menyebut, pemerintah berencana memperluas dan memperkuat PKBM, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Pasalnya, kata Abdul Mu’ti persoalan pendidikan anak Indonesia di luar negeri tidak hanya dialami oleh anak pekerja migran, tetapi juga anak-anak diplomat.

- Advertisement -

“Kami berencana untuk nanti PKBM di luar negeri akan kita hidupkan lagi dengan skema seperti PKBM di Indonesia,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan kurikulum Indonesia bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia Timur. Program tersebut diharapkan dapat direplikasi di negara-negara lain.

Selain itu, dia mengakui bahwa tingkat serapan pendidikan nonformal masih relatif rendah karena belum sepenuhnya menjadi bagian dari indikator capaian pendidikan. Meski demikian, jumlah peserta program kesetaraan pendidikan diklaim terus meningkat.

“Ternyata terutama program kesetaraan Paket A, Paket B, Paket C itu alhamdulillah pesertanya banyak,” katanya.

Tata Kelola PKBM

Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya penataan tata kelola PKBM, mengingat seluruh peserta didik pendidikan kesetaraan berhak menerima Bantuan Operasional Pendidikan (BOP). Ia juga menekankan perlunya pengawasan program agar tidak terjadi kelulusan yang tidak berjenjang.

“PKBM ini mendapatkan BOP. Jadi semua murid di PKBM kesetaraan mendapatkan BOP sehingga harus kita daftar dan kita pastikan tidak boleh ada yang Paket C-nya lulus lebih dulu sebelum Paket B,” kata dia.

(NS/LPT)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini