Mencari Informasi DPO Harun Masiku, KPK Ungkap Penyidik Sudah ke Beberapa Negara
1 min read

Mencari Informasi DPO Harun Masiku, KPK Ungkap Penyidik Sudah ke Beberapa Negara

KNews.id –  Jakarta – Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Tessa Mahardika, mengatakan penyidik telah mendatangi beberapa negara untuk mencari keberadaan buronan Harun Masiku.  Menurut Tessa, usaha pencarian Harun Masiku selama ini telah dilakukan oleh penyidik KPK.

“Ada beberapa negara juga. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, telah didatangi oleh penyidik”, kata dia di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 14 Juni 2024. Namun Tessa enggan menyebutkan daftar negara yang sudah dikunjungi penyidik KPK.

Sebelumnya beredar bahwa Harun Masiku menjadi pengajar Bahasa Inggris di salah satu daerah di Filipina. Ada pula yang menyebut bahwa Harun Masiku menyamar di Malaysia, serta beberapa negara lainnya.

Belakangan ini kasus Harun Masiku kembali ramai ke ruang publik setelah sempat tenggelam. Kasus ini kembali muncul bertetapan dengan berakhirnya Pemilu 2024.

Sebelumnya, Ronny Talapessy, kuasa hukum Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengklaim kasus Harun Masiku kembali mencuat karena sikap PDIP yang mengkritik pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi. Ronny mengklaim memiliki bukti soal pernyataannya itu.

“Kami mempunyai grafik, di mana Sekjen PDIP ketika sampaikan kritik dari proses Pilpres kemarin grafik naik, isu ini selalu dinaikkan,” kata dia di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Pemanggilan Hasto Kristiyanto oleh KPK sebagai petugas partai PDIP karena diduga mengetahui transaksi suap yang menyeret Harun Masiku. Harun Masiku merupakan politikus PDIP yang menjadi buronan KPK sejak 2020.

Dia terseret kasus suap terhadap Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Suap dimaksudkan agar KPU meloloskan dirinya menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024 melalui skema pengganti antar waktu atau PAW.

Ronny menduga pelbagai isu yang menyeret kader PDIP akan terus muncul di tengah-tengah kondisi politik saat ini. “Kami menduga ketika masuk tahun politik, isu ini akan dinaikkan terus,” ujarnya.

(Zs/Tmp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *