“Kalau wajib pajaknya, dia tahu punya kesalahan, ya dimakan. Ketemu fiskus yang mentalnya babak belur, terjadilah transaksi. Itu tidak bisa dihindari dan terjadi kapan saja. Hanya sistem yang bisa menghentikan ini semua. Ya itu tadi digitalisasi,” ucap Mekeng.
Mekeng mengatakan, membangun sistem digital untuk memerangi fraud atau kejahatan keuangan, mudah dilakukan. Persoalannya, apakah Kemenkeu mau melakukannya, atau tidak.
“Kalau kita tidak bisa buat sendiri ya minta dari luar negeri. Suruh buatin sistemnya. Murah kok buat sistem-sistem kayak gitu. Yang penting wajib pajak tidak bertemu fiskus. Kalau sistemnya masih begini pasti muncul lagi. Gayus (Gayus Tambunan) meledak dan sekarang RAT. Menurut saya akan adalagi model-model RAT,” pungkasnya. (Bay/Inilh)




