spot_img
Selasa, Desember 9, 2025
spot_img
spot_img

Megawati Terus Pantau Situasi di Iran, Dalam Menghadapi Dinamika Politik dan Ekonomi Dunia

KNews.id – Nusa dua, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengingatkan pentingnya pemahaman geopolitik global bagi kader partai dalam menghadapi dinamika politik dan ekonomi dunia. Karena kondisi dunia, termasuk di Timur Tengah dalam situasi tak baik-baik saja.

“Tadi saya panggil Pak Zuhairi. Saya tanya bagaimana keadaan di Timur Tengah. Dia mengatakan bahwa keadaannya tidak begitu baik. Yang saya amati terus adalah situasi antara Iran yang seolah-olah mau digempur oleh Israel,” ujar Megawati  dalam pidato Kongres VI PDIP di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada Sabtu (2/8/2025)

- Advertisement -

Hadiri Harlah Ponpes Ora Aji, Gibran Titip Pesan ke Jamaah Agar tak Ikut Sebarkan Hoaks Harta Karun Incaran Dunia Melimpah di RI, Segini Jumlahnya Megawati: Jalankan Instruksi Saya, Kalau tidak Siap Lebih Baik Mundur

Megawati juga mengungkapkan kekhawatirannya kalau jalur strategis seperti Selat Hormuz terganggu karena konflik. Megawati khawatir hal ini mempengaruhi ekonomi di Tanah Air.

- Advertisement -

“Kekhawatiran saya yang paling besar adalah kalau Selat Hormuz itu sampai ditutup. Nah, hal-hal seperti ini jangan kalian pikir pendek. Ibu ini ngapain sih ngomongin urusan luar negeri,” ucap Megawati.

Megawati menegaskan isu-isu global semacam itu bisa langsung berdampak pada kehidupan rakyat Indonesia.

“Kita mesti lihat, adakah dampaknya kepada Indonesia? Sangat. Karena kalau Selat Hormuz ditutup, itu yang saya khawatirkan. Kita bisa kena dampaknya apa? Harga minyak bisa naik. Ini harus betul-betul dipelajari. Orang partai harus tahu dan paham,” ujar Megawati.

Oleh karena itu, Megawati mengajak seluruh kader PDIP untuk terus belajar, memahami peta global. “Jangan bersikap apatis terhadap isu-isu internasional yang bisa berdampak pada stabilitas nasional,” ujar Megawati.

Semangat pemimpin dunia

Megawati menekankan pentingnya mewarisi semangat dan pemikiran para pemimpin dunia yang pernah terlibat Gerakan Non-Blok. Megawati menyoroti kalau warisan itu tidak dijalankan, maka generasi saat ini wajib mempertanyakan arah perjuangannya.

- Advertisement -

“Umur saya baru 14 tahun diajak oleh bapak saya untuk ikut yang namanya Konferensi Asia Afrika, untuk gerakan non-blok. Jadi, kalau bisa dilihat, waktu itu masih ada Pak Nasir, Nehru, dan lain sebagainya,” kata Megawati dalam pidatonya.

Megawati juga menyinggung kondisi kawasan Timur Tengah yang menurutnya patut diwaspadai karena berpotensi berdampak pada Indonesia dalam aspek ekonomi.

(FHD/Rpk)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini