KNews.id – Jakarta – Kasus perselingkuhan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali diungkap ke publik setelah pasangan selingkuhnya yang juga mantan penasihat strategisnya, Dr Ruth Bar, buka suara.
Ruth pertama kali berbicara sejak Netanyahu mengungkapkan perselingkuhan mereka di televisi nasional secara langsung pada tahun 1993 silam.
Saat itu Netanyahu sedang mengikuti pemilihan pendahuluan kepemimpinan Likud. Tiba-tiba seorang penelepon anonim menelepon rumahnya dan mengancam istrinya, Sara, yang mengangkat telepon, bahwa jika dia tidak menarik diri dari pencalonan, rekaman yang menunjukkan perselingkuhan di luar nikah akan dirilis.
Tak ingin merusak kampanye, Netanyahu memutuskan untuk mendahului berita dan bergegas ke studio yang saat itu bernama Channel 1. Di sanalah ia mengakui perselingkuhannya dalam siaran langsung televisi.
Tapi menurut Ruth, dia baru mengetahui rencana Netanyahu untuk mempublikasikan perselingkuhan mereka beberapa saat sebelum Netanyahu siaran, seperti disampaikan kepada Ben Caspit dari situs berita Maariv.
Saat membahas wawancara dengan Ruth, dalam siaran berita Jumat malam di Channel 12, Caspit mencatat bahwa sebenarnya tidak pernah ada rekaman kejadian tersebut.
Dia juga mencatat bahwa pernikahan Netanyahu dan Bar sama-sama selamat dari kehancuran rumah tangga dan karier. Netanyahu naik menjadi perdana menteri pada 1996.
Sedangkan Ruth Bar selam bertahun-tahun berhasil tetap anonim dan mampu memiliki karier yang sukses sebagai psikolog dan konsultan strategis. Dan saat ini ia akan segera menerbitkan sebuah buku berjudul Moah Tahat Hashpa’ah (Otak di Bawah Pengaruh), tentang mekanisme pengambilan keputusan dan strategi branding.
Caspit mengatakan perselingkuhan Bar dengan Netanyahu berlangsung selama beberapa tahun, tetapi Ruth benar-benar dikeluarkan dari lingkaran perdana menteri begitu perselingkuhan itu terungkap ke publik.






