Hal pertama adalah kematian Brigadir J itu sendiri.
Kemudian yang kedua adalah pengakuan Richard Eliezer yang telah menembak Brigadir J atas perintah Ferdy Sambo yang juga ikut menembak.
“Dan katanya yang menyuruh, Bapak itu (Sambo) dan ikut menembak, itu kan sudah cukup alat bukti.” ujar Susno.
Ketiga adalah jumlah tembakan yang diketahui dari hasil forensik.
Richard Eliezer mengaku menembak lima peluru namun hasil forensik menemukan jika ada tujuh peluru.
“Dua peluru dari siapa? Yang bersenjata dan menembak di situ dua orang. Jenderal (Sambo) dan E, berarti berdua,” jelas Susno.
Lalu yang keempat adalah pemberian senjata oleh Ferdy Sambo kepada Richard Eliezer.
Karena itu, Susno melihat jika kasus Sambo jelas memenuhi unsur kesengajaan.
“Ngapain dikasih kalau cuma diputar-putar untuk koboi-koboian?” pungkasnya. (Ach/Aj)




