KNews.id – Mexico City 5 Januari 2026 – Mahkamah Agung (MA) Venezuela menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai presiden sementara. Keputusan ini diambil untuk menjaga kesinambungan pemerintahan di tengah situasi luar biasa yang dinilai mengancam stabilitas negara.
Ketua Kamar Konstitusional Mahkamah Agung Venezuela Caryslia Beatriz Rodríguez mengatakan, penunjukan tersebut berlaku menyusul penculikan Presiden Nicolas Maduro oleh AS.
“Mengingat situasi luar biasa akibat penculikan Presiden Nicolas Maduro Moro, yang tidak memungkinkannya menjalankan fungsinya, Wakil Presiden Eksekutif Republik mengambil alih dan menjalankan sementara seluruh kekuasaan, tugas, dan fungsi Presiden Republik Bolivarian Venezuela,” kata Caryslia dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah VTV.
Pengadilan menyatakan terdapat keadaan luar biasa dan keadaan kahar yang tidak diatur secara eksplisit dalam konstitusi, namun berpotensi mengancam keamanan nasional dan keberlangsungan pemerintahan. Atas dasar itu, MA menetapkan langkah perlindungan darurat dan preventif untuk memastikan administrasi negara tetap berjalan.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS telah melancarkan operasi besar terhadap Venezuela dan menangkap Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, lalu membawa keduanya ke luar negeri. Sejumlah media melaporkan ledakan di Caracas dan mengklaim operasi tersebut melibatkan unit elite Delta Force.
Otoritas Venezuela menyatakan belum mengetahui keberadaan Maduro dan menuntut konfirmasi bahwa presiden masih hidup. Trump kemudian merilis foto yang diklaim menunjukkan Maduro berada di atas kapal AS, sementara pemerintah AS menyatakan Maduro akan diadili. Sejumlah anggota Kongres AS menyebut operasi itu ilegal.
Kementerian Luar Negeri Venezuela mengumumkan rencana mengajukan banding ke berbagai organisasi internasional serta meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan solidaritas dengan rakyat Venezuela dan menyerukan pembebasan Maduro serta istrinya, sekaligus meminta agar eskalasi lebih lanjut dapat dicegah.



