“TKI kalau ke Jepang belajar bhs Jepang, kalau ke Korea belajar bhs Korea, kalau ke Arab belajar bhs Arab, dll. Nah kenapa TKA China ke Indonesia, kok malah pribumi yang disuruh belajar Bhs Mandarin?,” tutur Lukman Simandjuntak dikutip NewsWorthy melalui akun Twitter pribadi miliknya, Selasa (6/12).
Sementara itu, dukungan yang seraya ditegaskan Luhut, tercipta dengan dibukanya program vokasi pendidikan bahasa mandarin oleh Pemkab Bulungan, PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) dan Universitas Kaltara melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Luhut menyambut baik dan mengapresiasi MoU antara Pemkab Bulungan bersama PT KIPI dan Universitas Kaltara tersebut.





