spot_img

Kunjungi Booth TelkomGroup di BTW 2026, Menkomdigi Tinjau Peran NeutraDC bagi Kedaulatan Ekosistem AI Data Center

TelkomGroup mendorong penguatan kapasitas komputasi dan konek3vitas andal untuk  mendukung perkembangan AI di Indonesia

KNews.id – Denpasar, 22 Oktober 2026 – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI Meutya Hafid  mengunjungi area showcase PT Telkom Indonesia (persero) Tbk (Telkom) dalam gelaran Bali Tech Week  (BTW) 2026 di Bali Beach Convention Center, pada Senin (19/10).

- Advertisement -

Dalam kunjungan tersebut, Menkomdigi  melihat peran operating company NeutraDC sebagai bagian dari ekosistem digital TelkomGroup dalam  mendukung perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) data center atau AI-ready data  center yang berdaulat di Indonesia.

TelkomGroup mendorong pembangunan ekosistem digital nasional melalui pendekatan yang mencakup  tiga aspek, mulai dari penguatan infrastruktur digital, optimalisasi kecerdasan dan pemanfaatan teknologi,  hingga peningkatan keamanan serta ketahanan digital. Pendekatan ini diwujudkan melalui tiga pilar, yaitu  Sovereign Digital Infrastructure, Sovereign Intelligence & Impact, serta Sovereign Trust & Resilience, yang  menjadi landasan pengembangan kapabilitas digital secara lebih terintegrasi.

- Advertisement -

Sebagai operating company TelkomGroup yang fokus dalam pengembangan bisnis data center, NeutraDC  mendukung dua pilar utama, yakni Sovereign Digital Infrastructure dan Sovereign Intelligence & Impact.  Peran ini diwujudkan melalui penyediaan layanan penyimpanan data (Neutra Colocation), konektivitas (Neutra Connect), dan komputasi (Neutra Compute).

Pengembangan infrastruktur data center yang siap  mendukung kebutuhan AI juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan Indonesia dalam membangun dan mengembangkan ekosistem digitalnya sendiri.

Mendampingi Menkomdigi pada kunjungan ke booth TelkomGroup di BTW 2026, Direktur Network  Telkom Budi Satria Dharma Purba, menjelaskan peran strategis TelkomGroup dalam mendukung  perkembangan AI dan meningkatkan daya saing Indonesia di kawasan Asia Pasifik.

“Indonesia memiliki potensi untuk berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan infrastruktur  digital dan AI di kawasan Asia Pasifik.Untuk itu,tentunya TelkomGroup melalui NeutraDC berkomitmen  terus memperkuat kesiapan infrastruktur digital,termasuk melalui integrasi jaringan,data center,cloud, dan AI, guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan komputasi yang lebih besar lagi di masa depan.

Dengan kesiapan tersebut, Indonesia dapat memperluas perannya dalam ekosistem teknologi global,tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan,” ujar Budi.

Sejalan, CEO NeutraDC Group Rakhmad Tunggal Afifuddin, mengatakan bahwa infrastruktur data center nasional memiliki peran penting dalam mendukung kemandirian digital Indonesia, terutama ketika  kebutuhan terhadap data dan komputasi terus meningkat.

- Advertisement -

“Kedaulatan digital perlu didukung oleh infrastruktur yang memungkinkan Indonesia mengelola dan  mengembangkan kebutuhan digitalnya secara mandiri. Data center menjadi salah satu fondasi penting  dalam ekosistem tersebut, termasuk untuk mendukung perkembangan AI.Karena itu, kesiapan infrastruktur,kapasitas,komputasi, dan konektivitas perlu terus diperkuat agar Indonesia dapat  memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendorong inovasi dan meningkatkan daya saing industri nasional,” pungkas Rakhmad.

Melalui bisnis data center, NeutraDC mendukung kebutuhan infrastruktur digital bagi berbagai aktivitas  ekonomi. Peran tersebut menjadi bagian dari kontribusi NeutraDC dalam memperkuat ekosistem digital  nasional, sejalan dengan perkembangan kebutuhan data dan AI di Indonesia.

Perkuat Kolaborasi dalam Pengembangan Infrastruktur Digital Berdaulat

BTW 2026 berlangsung sepanjang satu pekan dengan menghadirkan berbagai agenda yang  mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, dan pemangku kepentingan teknologi.Mengusung beragam pembahasan seputar konektivitas, infrastruktur digital, AI, dan ekonomi digital, BTW  menjadi ruang kolaborasi untuk membahas peluang serta tantangan pengembangan teknologi di  Indonesia.

Salah satu agenda dalam rangkaian acara tersebut adalah Sovereign Tech Summit 2026 by Telkom Indonesia, yang diselenggarakan pada Kamis (22/10). Forum ini mengangkat pembahasan mengenai pengembangan infrastruktur digital berdaulat, termasuk bagaimana kesiapan infrastruktur nasional dapat mendukung pemanfaatan data dan AI serta kebutuhan dunia usaha.

Dalam agenda tersebut, VP Sales & Marketing NeutraDC, Erik Orbandi, menjadi salah satu panelis untuk berbagi perspektif mengenai “Accelerating Enterprise Adoption of Sovereign Digital Infrastructure”bersama para pelaku industri lainnya.

Diskusi ini relevan dengan perkembangan industri telekomunikasi dan infrastruktur digital, ketika perusahaan semakin membutuhkan fondasi teknologi yang andal untuk mengembangkan bisnis, memanfaatkan data, dan mengadopsi AI. Ketersediaan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan
nasional menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pertumbuhan tersebut.
Bagi NeutraDC, penguatan kedaulatan digital tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas data center, tetapi juga dengan kesiapan infrastruktur dalam mendukung kebutuhan komputasi dan perkembangan teknologi di Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah, industri telekomunikasi, penyedia infrastruktur digital, dan pelaku usaha diperlukan agar perkembangan teknologi dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi perekonomian nasional.

Melalui partisipasinya dalam Bali Tech Week 2026 bersama TelkomGroup, NeutraDC menegaskan perannya dalam ekosistem teknologi digital nasional melalui pengembangan infrastruktur data center
yang mendukung kebutuhan data dan AI. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi NeutraDC dalam memperkuat fondasi digital Indonesia dan mendukung kemandirian teknologi nasional di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.

(FHD/TLKM)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini