KNews.id – Jakarta – Rasa gatal yang muncul saat malam hari sering kali terasa lebih mengganggu dibanding siang hari. Sensasi ini bahkan bisa membuat seseorang sulit tidur dan terus terbangun untuk menggaruk kulit. Menurut para dermatolog, perubahan suhu tubuh, kelembapan kulit, hingga kondisi lingkungan bisa memperparah rasa gatal saat malam tiba.
Ada beberapa cara efektif yang bisa dilakukan untuk meredakan kondisi ini. Simak rekomendasi dokter berikut ini.
6 Cara mengatasi kulit gatal di malam hari
1. Hindari mandi air panas sebelum tidur
Salah satu kesalahan umum adalah mandi dengan air panas di malam hari. Padahal, kebiasaan ini justru bisa membuat kulit semakin kering. Dermatolog Supriya Rastogi, MD menyarankan untuk menggunakan air hangat suam-suam kuku.
“Gunakan air hangat, bukan panas, untuk mencegah kulit semakin kering,” jelasnya, seperti disadur PopSugar, Jumat (24/4/2026). Air panas dapat menghilangkan minyak alami kulit yang berfungsi sebagai pelindung, sehingga kulit menjadi lebih rentan iritasi dan gatal saat malam hari.
2. Gunakan pelembab yang lebih tebal dan menenangkan
Kulit kering adalah salah satu penyebab utama gatal. Oleh karena itu, penggunaan pelembap sangat penting, terutama sebelum tidur. Rastogi menyarankan penggunaan pelembab dengan tekstur lebih kental.
“Gunakan pelembap yang lebih tebal, biasanya dalam bentuk krim atau salep, karena memberikan perlindungan dan hidrasi lebih dalam dibanding lotion,” ujar dia.
Selain itu, produk dengan efek dingin seperti mentol juga bisa membantu memberikan sensasi nyaman pada kulit yang gatal.
3. Ganti sprei dan pilih bahan yang ramah kulit
Bahan kain yang bersentuhan langsung dengan kulit juga berperan besar dalam memicu atau meredakan gatal. Rastogi menilai, bahan seperti katun lebih disarankan karena mampu menyerap keringat dan tidak membuat kulit terlalu panas. Sebaliknya, bahan seperti wol atau fleece dapat memperparah iritasi.
Mengganti sprei secara rutin juga penting untuk menghindari penumpukan debu, keringat, dan bakteri yang bisa memperparah kondisi kulit.
4. Hindari iritan dari deterjen dan produk kimia
Produk pencuci pakaian yang mengandung pewangi, pewarna, atau bahan kimia keras bisa menjadi pemicu gatal tanpa disadari. Rastogi menyarankan untuk memilih deterjen khusus untuk kulit sensitif atau bebas pewangi dan pewarna.
Langkah ini dapat membantu mengurangi risiko iritasi pada kulit sensitif, terutama saat malam hari.
5. Kelola stres
Stres ternyata juga memiliki peran besar dalam memperburuk kondisi kulit, termasuk rasa gatal. Rastogi menyebutkan, stres dapat memicu peradangan dan memperparah kondisi seperti eksim.
Oleh karena itu, teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam bisa membantu meredakan gejala.
6. Gunakan obat topikal atau antihistamin bila diperlukan
Jika gatal sudah sangat mengganggu, penggunaan obat bisa menjadi pilihan terakhir. Dermatolog Quynh-Giao Sartor, MD menjelaskan, obat topikal seperti krim antiinflamasi atau anestesi lokal bisa membantu meredakan gatal.
“Obat sistemik seperti antihistamin oral juga dapat membantu memblokir rasa gatal, meski memiliki efek samping seperti mengantuk,” jelasnya.
Namun, penggunaan obat sebaiknya dilakukan sesuai anjuran dokter untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan. Jika rasa gatal berlangsung lebih dari dua minggu atau sampai mengganggu kualitas tidur, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.
Selain itu, gejala seperti kemerahan, pembengkakan, atau perubahan kulit juga perlu diperiksa lebih lanjut karena bisa menjadi tanda kondisi medis tertentu.




