KNews.id – Jakarta 5 Januari 2026 – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM merespons kritik komika Pandji Pragiwaksono yang menilai gaya kepemimpinannya sebagai “gubernur konten”.
Menurut KDM, kritik tersebut merupakan bagian dari demokrasi yang sehat. Dedi menyampaikan apresiasinya kepada Pandji atas kritik yang disampaikan secara terbuka. Ia menilai kritik tersebut bersifat menghibur, mengoreksi, sekaligus edukatif bagi publik.
“Bang Pandji terima kasih ya, saya penggemar Anda. Setiap pernyataannya menggelitik, korektif, dan edukatif,” ujar Dedi melalui akun Instagram, Minggu (4/1).
KDM kemudian menanggapi pandangan Pandji yang menyebut masyarakat Jawa Barat cenderung memilih pemimpin dari kalangan artis. Menurutnya, popularitas tidak selalu menjamin kemenangan dalam kontestasi politik.
“Orang Jawa Barat dibilang suka memilih pemimpin berlatar artis, tapi faktanya Pak Deddy Mizwar dan Pak Dede Yusuf justru tidak terpilih saat maju jadi gubernur,” ungkapnya. Ia mengingatkan bahwa dirinya pernah mendampingi Deddy Mizwar sebagai calon wakil gubernur, sementara Dede Yusuf maju bersama pasangan lain.
Namun, keduanya tetap kalah dalam Pilgub Jawa Barat. Meski begitu, Dedi menegaskan bahwa latar belakang artis tidak bisa dijadikan ukuran tunggal kemampuan memimpin. Ia justru memuji kapasitas Dede Yusuf dalam memahami pembangunan.
“Walaupun artis, Pak Dede Yusuf punya pemahaman pembangunan yang sangat baik,” kata KDM.
Ia menambahkan, rekam jejak Dede Yusuf di DPR menunjukkan kemampuan berpikir dan bekerja yang mumpuni. Menurutnya, profesi awal seseorang tidak menentukan kualitas kepemimpinan.
Menanggapi label “Gubernur Youtuber” yang kerap dilekatkan kepadanya, Dedi memilih tidak membela diri. Ia menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada masyarakat. “Saya tidak boleh memuji diri sendiri. Baik atau tidak sebagai pemimpin, silakan dinilai,” ujarnya.
KDM bahkan mengajak Pandji untuk datang langsung ke Jawa Barat dan melihat kondisi pembangunan di berbagai daerah. Ia ingin penilaian dilakukan berdasarkan hasil nyata di lapangan.
“Silakan keliling Jawa Barat, lihat saya membangun bener atau enggak. Saya ini gubernur konten atau gubernur kenyataan, bisa dinilai bersama,” tegasnya. Lebih lanjut, Dedi menekankan pentingnya kritik dan otokritik dalam kehidupan demokrasi.
Ia mengapresiasi kritik yang disampaikan secara kreatif dan terbuka. “Terus berkarya dan menyampaikan koreksi. Ini negara demokrasi, semua orang berhak menyampaikan pikiran, apalagi dengan cara yang jenaka dan keren,” pungkasnya.
Sebelumnya, dalam acara Mens Rea, Pandji Pragiwaksono mengkritik kecenderungan pemilih di Jawa Barat yang dinilainya gemar memilih kepala daerah berlatar artis.
Pandji juga menyebut sejumlah pemimpin Jawa Barat berasal dari kalangan artis, termasuk Dedi Mulyadi yang disebutnya sebagai Youtuber. Kritik tersebut kemudian memicu respons langsung dari KDM
(FHD/NRS)



