KNews.id – Jakarta, 2 Ribu Lebih Hektare Sawah Rusak di Bireuen Akibat Banjir, Krisis Pangan Jadi Ancaman Banjir disertai aliran lumpur yang melanda Kabupaten Bireuen, Aceh, meninggalkan kerusakan besar pada lahan pertanian produktif.
“Kerusakan terparah terpantau di Kecamatan Peudada dan Jeunieb, di mana sebagian besar hamparan padi yang siap panen tertimbun material lumpur setebal 20–40 cm,” ujar investigator LPBN, Nazar El Mahfudzi, kepada wartawan, Selasa (9/12/2025).
Sejumlah lahan di Gandapura dan Juli bahkan diperkirakan tidak dapat ditanami hingga dua musim tanam ke depan akibat tertutup endapan pasir dan kerikil.
Bireuen dikenal sebagai salah satu lumbung padi utama di pantai utara Aceh, yang selama ini berkontribusi besar terhadap pasokan beras lokal dan menopang ketahanan pangan di tingkat provinsi.
Nazar memperkirakan produksi beras daerah itu berpotensi turun hingga 60 persen pada musim berikutnya jika tidak ada penanganan cepat dan pembenahan sistem irigasi. “Penurunan produksi ini dapat memicu kenaikan harga beras lokal serta memperbesar ketergantungan pasokan dari luar daerah,” katanya.
Dia menegaskan bahwa data kerusakan masih bersifat sementara, karena sejumlah desa masih sulit dijangkau. Investigasi lanjutan diperlukan untuk memastikan total kerusakan dan dampak jangka panjang terhadap ketahanan pangan Bireuen dan wilayah sekitarnya.
“Jika tidak ada intervensi cepat dan terukur, Bireuen bisa menghadapi krisis pangan lokal,” ujarnya.
Di lapangan, banyak petani mengaku kehilangan seluruh hasil panen mereka. Seorang petani di Gampong Alue Limeng menggambarkan bahwa sawah yang sebelumnya siap panen kini tertimbun lumpur hampir satu meter, sehingga batang padi yang menguning tidak lagi terlihat. Mereka bingung harus memulai kembali dari mana setelah seluruh lahan tertutup lumpur pekat yang mengeras.
Selain sektor pertanian, bencana juga merusak infrastruktur penting. Sejumlah jembatan putus, jaringan irigasi jebol, dan akses jalan ke beberapa gampong di Makmur, Samalanga, Pandrah, dan Peudada sempat terputus selama beberapa hari.
Kondisi tersebut menghambat distribusi bantuan logistik dan memperlambat proses evakuasi warga.
Dalam kunjungan kerja ke Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu (7/12/2025), Presiden Prabowo Subianto menerima laporan langsung dari Bupati Bireuen Muklis mengenai skala kerusakan sawah, permukiman, dan infrastruktur yang telah berada pada titik kritis.
Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo berjanji pemerintah pusat akan bekerja cepat melakukan rehabilitasi lahan pertanian dan perbaikan irigasi yang rusak. Dia juga menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan bantuan sarana pertanian serta dukungan khusus bagi petani yang mengalami kerugian besar.
(FHD/NRS)




