KNews.id – Jakarta 11 Januari 2026 – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diyakini tak berani tangkap Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dengan cara yang sama saat menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Keputusan Trump melakukan serangan ke Venezuela dan menculik Maduro, Sabtu (3/1/2026) pekan lalu mendapatkan tentangan dari banyak pihak. Trump dianggap telah melanggar kedaulatan sebuah negara dan hukum internasional.
Korea Utara bahkan mengecam langkah Trump, yang beralasan melakukan penangkapan terhadap Maduro karena keterlibatan dengan gembong narkoba. Para ahli menyadari bahwa Kim Jong-un cukup was-was dengan apa yang terjadi.
Namun, Trump diyakini tak akan berani melakukan langkah yang sama terhadap Kim Jong-un, seperti yang dilakukannya ke Maduro. Kekuatan nuklir Korea Utara disebut bakal menjadi penghalang Trump melakukan tindakan tersebut.
Menurut Profesor Hubungan Antar-Korea Institut Studi Timur Jauh, Universitas Kyungnam Lim Eul-chul, apa yang terjadi pada Maduro akan menjustifikasi Kim Jong-un meningkatkan ambisi nuklirnya.
Apalagi, menurutnya Kim Jong-un telah mengirim pesan kepada AS lewat uji coba peluncuran rudal yang dilakukan tak lama setelah insiden di Venezuela.
“Penangkapan Maduro yang memalukan secara tegas memperkuat Kim Jong-un bahwa menyerah pada senjata nuklir sama dengan bunuh diri,” ujar Lim dikutip dari Korea JoongAngDaily, Sabtu (10/1/2026).
Sementara itu Wakil Presiden Institut Sejong Cheong Seong-chang, mengatakan penangkapan Maduro oleh militer AS akan memberikan kejutan besar bagi kepemimpinan Korea Utara. Menurutnya kemungkinan besar hal itu akan mendorong pengetatan keamanan pribadi Kim Jong-un secara langsung.
Cheong juga menilai operasi serupa terhadap Korea Utara akan jauh lebih sulit untuk dilaksanakan, mengingat Korea Utara memiliki senjata nuklir dan rudal balistik antar-benua.
“Jika Kim terbunuh, otoritas komando nuklir akan diberikan kepada pemimpin kedua Komisi Militer Pusat, Wakil Marsekal Pak Jong-chon, yang akan mengotorisasi serangan nuklir perlawanan terhadap Amerika Serikat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan kemungkinan yang terjadi jika Kim Jong-un ditangkap hidup-hidup.
“Tokoh-tokoh senior seperti Pak Kim atau Kim Yo-jong, yang telah mengawasi kebijakan Korea Utara terhadap Korea Selatan dan Amerika Serikat, dapat mengancam serangan nuklir terhadap Amerika Serikat atau sekutunya, Korea Selatan, kecuali jika Kim Jong-un segera dikembalikan,” tuturnya.




