Oleh : Damai Hari Lubis – Pengamat KUHP
KNews.id – Jakarta, Terbukti ada beberapa RS yang menghasilkan uang yang terbanyak setiap tahunnya, lalu diberikan penghargaan. Sehingga direktur rumah sakit bakal mensuport atau cenderung berlomba mendapatkan uang.
Sehingga RS mirip dengan BUMN Kesehatan? Ancaman besar bagi kedaulatan kesehatan anak bangsa.
Dan fenomena pengobatan di banyak RS transparan eksistensi klasifikasi (strata atau penggolongan) VIP, Super, Ekonomi, dan kelas pertalite lainnya gantikan kelas premium. Maka klinik yang VIP dan kelas di bawahnya ini pastinya melanggar UU. Kesehatan dan UUD. 1945. Karena pelayanan harus berlaku sama terhadap semua bangsa ini. Seharusnya yang kaya silahkan ke RS. Swasta atau bahkan keluar negeri.
Maka RS menjadi ladang mencari uang, sementara. Orang kaya jam berapa dan hari apa pun masuk dilayani, namun, jika yang ingin bersalin pakai BPJS maka untuk masyarakat ada jam dan hari tertentu? Ini tidak setara (equal) seharusnya pelayanan kesehatan tidak mengenal teori dan praktik marjinal.
Padahal teori UUD 1945 negara melindungi bangsa ini baik lahir maupun batin dan wajib berkeadilan dan mensejahterakan. Sehingga kebalikannya negara malah menjadikan WNI ingin menjadi sakit. Sakitnya masyarakat bangsa ini menjadi program bisnis negara untuk pendapatan uang dan kesemuanya vertikal satu arah ke pelanggaran secara TSM karena kesemua perilaku bisnis ini pada domain Rumah Sakit Negara atau RSUD di wilayah NKRI.
Yang dikhawatirkan andai sudah bentuk pola orang sakit merupakan bisnis, maka jika berbicara teori bisnis otak programnya akan mencari keuntungan dengan cepat dan berlimpah? Mungkin bisa jadi program ekspresnya adalah menciptakan beragam virus, virus kelas orang miskin dan virus untuk orang kaya, lalu sebar tabur melalui udara?
Sehingga revolusi mental yang dicanangkan Mulyono yang saat ini masih hidup, telah berhasil, berhasil sungsang, yang sakit tambah sakit yang sehat mental jadi sakit, jadilah bangsa ini menjadi RIS (Republik Indonesia Sakit) atau kah justru kontemporer sudah tercapai?
Beberapa RSUD yang mendapatkan penghargaan terkait kinerja keuangan, termasuk pengelolaan piutang negara dan kinerja BLUD. Beberapa RSUD juga mendapatkan penghargaan atas inovasi layanan kesehatan yang berdampak pada kinerja keuangan.
Berikut beberapa contoh RSUD yang mendapatkan penghargaan terkait faktor keuangan diantaranya, RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, RSUD Mamuju, RSUD Zainal Abidin, Banda Aceh dll.
(FHD/NRS)





