Digitalisasi dan pembayaran juga dibahas dalam kerangka lanskap ekonomi pasca pandemi. Panelis dan peserta berfokus pada bagaimana solusi “mobile banking” dapat meningkatkan inklusi keuangan sekaligus meningkatkan profitabilitas bank. Agen bank dan dampak transformasi digital terhadap profitabilitas Bank maupun inklusi keuangan dieksplorasi dan diuji lebih lanjut di lapangan melalui kunjungan studi. Peserta berkesempatan mengunjungi salah satu cabang Bank BTN di Denpasar dan mempelajari best practice mengenai KPR dan segmentasi nasabah
Bank yang termasuk dalam anggota WSBI di kawasan ini selanjutnya menyepakati serangkaian prioritas untuk tahun depan, seperti pembentukan serangkaian jaringan tematik lintas kawasan untuk memungkinkan bank tabungan dan ritel di sekitar pekerjaan untuk bekerja sama secara teratur dan bertukar praktik terbaik tentang sustainability, keamanan siber, dan inklusi keuangan. Peserta juga membahas peluncuran program pertukaran untuk karyawan di antara bank anggota serta bekerja, di tingkat regional, pada pembayaran berbasis kode QR lintas batas digital.
“Salah satu solusi untuk memiliki Tabungan dan Perbankan Ritel yang berkelanjutan dan tangguh di era pascapandemi adalah dengan memperkuat digitalisasi sistem perbankan melalui percepatan digitalisasi telah menjadi aktivitas utama di industri manapun di seluruh dunia, kita masih menghadapi tantangan untuk memanfaatkan dampak pertumbuhan ekonomi kepada masyarakat berpenghasilan rendah dan rentan di setiap daerah, Ujar Haru Koesmahargyo, Direktur Utama Bank BTN.




