“Penurunan ini disebabkan karena secara internal, kami sudah melakukan perbaikan untuk struktur DPK dengan melepas dana-dana mahal dan juga kami melakukan pembenahan terhadap back loan yang kami miliki,” ujar Seng Hyup Shin.
Melihat hal itu, perusahaan juga telah melakukan penghimpunan dana murah jangka panjang dengan pinjaman international finance corporation (IFC) sebesar Rp4 triliun dan juga menerbitkan sub loan sebesar Rp3 triliun.
- Advertisement -
Adapun, posisi capital adequacy ratio (CAR) berada di posisi 17,60% pada 9M22, net interest margin (NIM) di level 1,40% di 9M22, dan cost to income (CIR) berada di posisi 148,45% di 9M22. (Sbr/Ibn)




