spot_img

Kiamat Kecil vs Kiamat Besar: Penjelasan Lengkap dalam Perspektif Islam

KNews.id – Jakarta – Kiamat kecil, atau dikenal sebagai kiamat sugra, merupakan serangkaian peristiwa yang menjadi tanda-tanda mendekatnya hari akhir. Memahami apa saja yang termasuk kiamat kecil sangat penting bagi umat Muslim untuk meningkatkan keimanan dan kewaspadaan.

Meskipun tidak menghancurkan seluruh alam semesta, kiamat kecil membawa dampak bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Menurut Muh. Akbar Nasrulah dalam bukunya Bebas Tes Surga atau Neraka?, kiamat sugra adalah bentuk peringatan ilahi melalui bencana alam atau kematian.

- Advertisement -

Memahami Kiamat Kecil (Kiamat Sugra)

Kiamat kecil, atau kiamat sugra, merujuk pada peristiwa-peristiwa yang menjadi tanda-tanda awal dari Hari Kiamat besar (kiamat kubra). Peristiwa ini tidak menyebabkan kehancuran total alam semesta, melainkan lebih bersifat lokal atau individual. Contohnya seperti kematian seseorang, bencana alam, atau perubahan sosial yang signifikan.

Konsep kiamat sugra ini penting dalam ajaran Islam sebagai pengingat bagi umat manusia untuk selalu bertaubat dan meningkatkan amal kebaikan. Mengutip Bebas Tes Surga atau Neraka? karya Muh. Akbar Nasrulah, kiamat sugra adalah manifestasi keadilan Allah SWT. Melalui peristiwa seperti bencana alam atau kematian, Allah mengingatkan manusia akan keterbatasan hidup di dunia.

- Advertisement -

Kiamat sugra juga berfungsi sebagai peringatan akan datangnya hari perhitungan dan balasan atas segala amal perbuatan. Dalam kata lain, kiamat sugra adalah pengantar menuju kiamat kubra, mempersiapkan manusia secara spiritual dan moral. Peristiwa-peristiwa ini dapat terjadi kapan saja dan merupakan rahasia ilahi yang tersimpan dalam lembaran waktu.

Allah SWT berfirman dalam surah Al Araf ayat 187 yang menegaskan bahwa pengetahuan tentang kapan terjadinya kiamat hanya ada pada-Nya, dan ia akan datang secara tiba-tiba. Ini menunjukkan bahwa manusia tidak akan pernah tahu waktu pasti kiamat, baik sugra maupun kubra, sehingga harus selalu siap. Oleh karena itu, setiap Muslim diwajibkan untuk mengimani adanya hari kiamat sebagai bagian dari rukun iman.

Menurut Nihayatul ‘Alam karya Muhammad al-‘Areifi, tanda-tanda kecil ini mencakup peristiwa besar dalam sejarah Islam, seperti diutusnya Nabi Muhammad SAW dan terbelahnya bulan. Ada juga tanda-tanda kecil yang sedang berlangsung saat ini, seperti banyaknya gedung pencakar langit dan manusia berlomba-lomba dalam kemewahan.

Berikut adalah contoh-contoh peristiwa yang termasuk kiamat sugra, berdasarkan penjelasan dalam buku Pendidikan Agama Islam karya Bachrul Ilmy dan buku Kiamat Bisa Datang Nanti Malam yang disusun oleh Moh. Hasan, serta sumber lainnya:

  1. Kematian atau meninggal dunia.
  2. Terjadinya bencana alam seperti gunung meletus, banjir, kebakaran hutan, tanah longsor, badai, dan lainnya.
  3. Mewabahnya penyakit menular.
  4. Fitnah yang semakin merajalela.
  5. Hilangnya ilmu pengetahuan.
  6. Diserahkannya tanggung jawab kepada orang yang bukan ahlinya.
  7. Merebaknya perzinaan.
  8. Terjadinya kematian mendadak.
  9. Sebagian orang meninggalkan agama Islam (murtad).
  10. Wanita menjadi lebih banyak jumlahnya dibandingkan pria.
  11. Meningkatnya jumlah peminum minuman keras (khamar).
  12. Kejujuran yang mulai memudar.
  13. Munculnya nabi-nabi palsu.
  14. Masjidil Haram yang akan dihancurkan.
  15. Diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul terakhir sebelum Hari Kiamat.
  16. Wafatnya Nabi Muhammad SAW.
  17. Bulan yang terbelah.
  18. Kematian para sahabat Nabi Muhammad SAW.
  19. Mesir akan ditaklukkan umat Islam.
  20. Kekaisaran Persia dan Romawi akan hancur.
  21. Khalifah Umar bin Khattab RA akan mati terbunuh.
  22. Khalifah Utsman bin Affan RA akan mendapatkan cobaan yang sangat berat.
  23. Kekhalifahan setelah Rasulullah SAW wafat hanya sepanjang 30 tahun.
  24. Perdamaian dua kelompok kaum Muslim yang sedang bertikai oleh Hasan bin Ali RA.
  25. Kekuasaan umat Islam sampai ke dataran India atau Sungai Indus.
  26. Kaum Muslim akan berperang dengan bangsa Turki.
  27. Munculnya api di Madinah tepatnya di Kota Hijaz.
  28. Penaklukan Kota Suci Baitul Maqdis.
  29. Penyebaran penyakit karena suatu wabah.
  30. Munculnya berbagai fitnah di tengah masyarakat.
  31. Teknologi modern seperti satelit.
  32. Terjadinya perang, seperti Perang Shiffin.
  33. Kemunculan kelompok Khawarij.
  34. Banyak individu yang mengaku sebagai nabi setelah Rasulullah SAW wafat.
  35. Masyarakat merasakan keamanan dan kemakmuran yang besar.
  36. Ada bocah kecil yang akan memerintah kaum Muslimin.
  37. Pecahnya perang dengan bangsa Turki.
  38. Pemimpin-pemimpin zalim yang menindas rakyat.
  39. Pembunuhan yang merajalela (Al-Haraj).
  40. Kejujuran dan amanah semakin hilang dari kehidupan manusia.
  41. Kembali mengikuti tradisi bangsa-bangsa terdahulu.
  42. Budak yang melahirkan majikannya.
  43. Wanita berpakaian namun terlihat telanjang.
  44. Orang-orang yang sebelumnya miskin dan tidak beralas kaki berlomba-lomba membangun gedung tinggi.
  45. Salam hanya disampaikan kepada orang-orang yang dikenal.
  46. Perdagangan menjadi sangat berkembang.
  47. Istri ikut campur dalam urusan suami di perdagangan.
  48. Pasar dikendalikan oleh sekelompok kecil orang yang memonopoli harga dan barang.
  49. Kebohongan menjadi kebiasaan yang umum di tengah masyarakat.
  50. Kesaksian palsu semakin banyak.
  51. Manusia semakin enggan untuk berbagi rezeki karena sifat kikir.
  52. Tali silaturahmi terputus.
  53. Merebaknya perbuatan nista dan kotor.
  54. Orang yang berkata benar malah dianggap tidak dapat dipercaya.
  55. Orang terhormat digantikan oleh orang yang hina.
  56. Halal dan haram dalam harta kekayaan tidak dipedulikan lagi.
  57. Harta rampasan perang dikuasai orang kaya.
  58. Barang titipan dianggap sebagai hak milik sendiri.
  59. Orang merasa berat membayar zakat.
  60. Ilmu dipelajari untuk tujuan duniawi, bukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  61. Peran suami dalam keluarga menjadi lemah karena takut kepada istrinya namun durhaka dengan ibu kandungnya.
  62. Banyak orang lebih mementingkan teman-temannya dibandingkan orang tuanya sendiri.
  63. Masjid diwarnai dengan suara keras dan keributan.
  64. Orang-orang fasik berkuasa.
  65. Kepemimpinan diberikan kepada orang yang tidak memiliki integritas dan martabat.
  66. Orang dihormati bukan karena kebajikannya.
  67. Tindakan zina mulai dianggap sebagai sesuatu yang biasa.
  68. Sutra yang seharusnya haram bagi laki-laki justru menjadi bagian dari pakaian yang dipakai.
  69. Alkohol dan minuman keras dikonsumsi secara bebas.
  70. Musik dan alat musik yang dulunya dianggap haram mulai dianggap halal.
  71. Manusia banyak yang mengharapkan kematian.
  72. Tibanya suatu masa ketika seseorang beriman pada pagi hari, dan menjadi kafir pada sore hari.
  73. Masjid-masjid dibangun dengan sangat mewah dan megah.
  74. Rumah-rumah dibangun dengan indah dan megah.
  75. Banyaknya terjadi halilintar.
  76. Tersebar luasnya karya-karya tulisan.
  77. Orang-orang lebih mengandalkan kelicikan dan pandai bicara.
  78. Munculnya buku-buku selain Al-Qur’an yang lebih banyak.
  79. Pelantun Al-Qur’an semakin banyak, sementara ulama semakin berkurang.
  80. Orang-orang mulai mengambil pelajaran dari mereka yang belum mumpuni atau matang dalam ilmu.
  81. Kematian mendadak tanpa sebab yang jelas menjadi semakin umum.
  82. Pemimpin yang dipilih adalah mereka yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup atau bodoh.
  83. Waktu terasa berlalu begitu cepat.
  84. Orang yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup justru dipercaya untuk berbicara atas nama umat.
  85. Orang yang paling bahagia di dunia ini adalah Luka’ Ibn Luka’.
  86. Masjid tidak lagi dihormati sebagai tempat ibadah.
  87. Mahar dalam pernikahan awalnya dibuat sangat mahal, namun kemudian direndahkan nilainya.
  88. Hal-hal yang sebelumnya dianggap bernilai tinggi, seperti kuda, menjadi murah.
  89. Pasar-pasar semakin banyak dan berdekatan.
  90. Umat Islam menghadapi tekanan dan serangan dari berbagai bangsa.
  91. Orang-orang saling mendorong untuk menjadi imam salat.
  92. Mimpi orang-orang yang beriman akan menjadi kenyataan.
  93. Kebohongan dan penipuan menjadi hal yang biasa terjadi.
  94. Perselisihan dan konflik antar individu maupun kelompok semakin sering terjadi.
  95. Gempa bumi yang terjadi di berbagai belahan dunia menjadi semakin sering dan menakutkan.
  96. Jumlah wanita di dunia akan meningkat drastis, melebihi jumlah laki-laki.
  97. Laki-laki akan semakin berkurang jumlahnya.
  98. Perbuatan yang dilarang oleh agama seperti zina dan kejahatan lainnya dilakukan secara terbuka.
  99. Orang mulai mencari keuntungan duniawi dengan menggunakan Al-Qur’an.
  100. Makanan berlimpah dan gaya hidup yang tidak sehat menyebabkan banyak orang menjadi gemuk.
  101. Orang-orang memberikan kesaksian tentang suatu peristiwa atau kebenaran, namun mereka tidak dipercaya.
  102. Banyak orang yang berjanji untuk melakukan sesuatu kepada Allah SWT, namun mereka tidak menepati nazarnya.
  103. Orang yang kuat menindas dan memanfaatkan yang lemah.
  104. Syariat dan hukum Allah SWT tidak lagi diindahkan dan ditinggalkan.
  105. Bangsa Romawi (Eropa) semakin banyak, sedangkan bangsa Arab semakin sedikit.

Peran Kiamat Kecil sebagai Peringatan Ilahi

Kiamat kecil memiliki peran fundamental sebagai peringatan ilahi bagi umat manusia. Peristiwa-peristiwa ini, seperti bencana alam, wabah penyakit, atau kematian individu, adalah cara Allah SWT untuk mengingatkan hamba-Nya akan kefanaan hidup di dunia. Hal ini juga menekankan pentingnya mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat.

Setiap kejadian yang menimpa manusia, baik secara personal maupun kolektif, mengandung pesan agar manusia kembali ke jalan yang benar dan memperbanyak amal kebaikan. Mengutip Pendidikan Agama Islam karya Bachrul Ilmy dan Kiamat Bisa Datang Nanti Malam oleh Moh. Hasan, kiamat sugra adalah bentuk teguran dari Allah SWT. Tujuannya agar umat manusia segera kembali ke jalan yang benar dengan bertobat dan memperbanyak amal kebaikan.

- Advertisement -

Peringatan ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk menumbuhkan kesadaran spiritual dan moral. Dengan menyaksikan apa saja yang termasuk kiamat kecil, manusia diharapkan dapat merenungkan tujuan hidupnya dan tidak terlena oleh gemerlap dunia. Ini adalah kesempatan untuk introspeksi dan memperbaiki diri sebelum datangnya kiamat besar yang tidak dapat dihindari.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mulk ayat 2: “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

Ayat ini menegaskan bahwa kehidupan dan kematian adalah ujian, dan kiamat kecil adalah bagian dari ujian tersebut. Oleh karena itu, kiamat kecil berfungsi sebagai pengingat konstan akan janji Allah SWT tentang hari perhitungan. Ini mendorong umat Muslim untuk senantiasa beribadah, berbuat baik, dan menjauhi larangan-Nya, karena setiap jiwa akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya.

Dalam Islam, terdapat dua jenis kiamat yang dikenal, yaitu kiamat kecil (kiamat sugra) dan kiamat besar (kiamat kubra). Perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada skala dan dampaknya terhadap alam semesta.

Kiamat kecil

Kiamat kecil adalah peristiwa-peristiwa yang bersifat lokal atau individual, seperti kematian seseorang, bencana alam, atau tanda-tanda sosial yang menunjukkan kemunduran moral.

Peristiwa-peristiwa kiamat sugra ini tidak mengakhiri seluruh kehidupan di alam semesta, melainkan hanya sebagian kecil darinya. Mengutip Nihayatul ‘Alam karya Muhammad al-‘Areifi, tanda-tanda kecil ini terjadi jauh sebelum hari kiamat dan sebagian besar sudah terjadi.

Kiamat besar

Sebaliknya, kiamat besar (kiamat kubra) adalah kehancuran total alam semesta, yang mengakibatkan kemusnahan seluruh makhluk hidup, termasuk manusia, tumbuh-tumbuhan, dan binatang. Peristiwa ini ditandai dengan fenomena kosmik yang dahsyat, seperti air laut yang meluap, benda-benda langit berjatuhan, dan gunung-gunung meletus, sebagaimana dijelaskan dalam Huru-Hara Hari Kiamat oleh Ibnu Katsir.

Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Syarihah Hudzaifah bin Asid RA menyebutkan sepuluh tanda besar kiamat, termasuk terbitnya matahari dari barat, munculnya Dajjal, turunnya Nabi Isa AS, dan keluarnya Ya’juj Ma’juj.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa kiamat kecil adalah serangkaian peringatan yang terus-menerus, sementara kiamat besar adalah puncak dari semua peringatan tersebut, mengakhiri seluruh kehidupan duniawi.

Ayat-Ayat Al-Qur’an yang Menggambarkan Kiamat

Al-Qur’an secara eksplisit menggambarkan berbagai peristiwa yang akan terjadi pada Hari Kiamat, baik kiamat kecil maupun kiamat besar, dengan gaya bahasa yang kuat dan metaforis.

Ayat-ayat ini berfungsi sebagai peringatan dan penegasan akan kepastian datangnya hari akhir. Pemahaman terhadap ayat-ayat ini sangat penting untuk menguatkan keimanan dan mempersiapkan diri.

Imam Al-Qurthubi, dalam kitab tafsirnya Al-Jami’ Li Al-Ahkam Al-Qur’an, berpandangan bahwa hari akhir dan hari kiamat akan terjadi tatkala ilmu dicabut, banyak gempa bumi, waktu berjalan cepat, muncul banyak fitnah, serta kekacauan dan pembunuhan terjadi di mana-mana. Pandangan ini sejalan dengan banyak tanda apa saja yang termasuk kiamat kecil yang disebutkan dalam hadis.

Mengutip Uslub Al-Quran dalam Pengungkapan Kiamat oleh Muhammad Sapil, ayat-ayat Al-Qur’an tentang peristiwa kiamat seringkali menggunakan gaya bahasa metafora dan simile. Ini memberikan gambaran yang kuat tentang kedahsyatan kehancuran dan pertanggungjawaban di hari akhir.

Berikut adalah beberapa ayat Al-Qur’an yang menjelaskan peristiwa kiamat:

Surah Taha (20) Ayat 15:

“اِنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ اَكَادُ اُخْفِيْهَا لِتُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا تَسْعٰى ١٥”

Artinya: “Sesungguhnya hari Kiamat itu (pasti) akan datang. Aku hampir (benar-benar) menyembunyikannya. (Kedatangannya itu dimaksudkan) agar setiap jiwa dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan.”

Surah Al Muzzammil Ayat 18:

Ayat ini juga merupakan ayat yang menjelaskan peristiwa kiamat dalam Al-Qur’an.

Surah Al Insyiqaq (84) Ayat 1-5:

“اِذَا السَّمَاۤءُ انْشَقَّتْۙ ١ وَاَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْۙ ٢ وَاِذَا الْاَرْضُ مُدَّتْۙ ٣ وَاَلْقَتْ مَا فِيْهَا وَتَخَلَّتْۙ ٤ وَاَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْۗ ٥”

Artinya: “Apabila langit terbelah. serta patuh kepada Tuhannya dan sudah semestinya patuh. Apabila bumi diratakan, memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong, serta patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh.”

Surah Al Furqan (25) Ayat 25:

“وَيَوْمَ تَشَقَّقُ السَّمَاۤءُ بِالْغَمَامِ وَنُزِّلَ الْمَلٰۤىِٕكَةُ تَنْزِيْلًا ٢٥”

Artinya: “(Ingatlah) hari (ketika) langit pecah mengeluarkan kabut putih dan malaikat diturunkan (secara) bergelombang.”

Surah Ar Rahman (55) Ayat 37:

“فَاِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاۤءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالْدِّهَانِۚ ٣٧”

Artinya: “Maka, apabila langit terbelah, lalu (warnanya) menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak, (terjadilah kengerian yang hebat).”

Surah Al Haqqah (69) Ayat 15-18:

“فَيَوْمَئِذٍ وَقَعَتِ ٱلْوَاقِعَةُ وَٱنشَقَّتِ ٱلسَّمَآءُ فَهِىَ يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةٌ وَٱلْمَلَكُ عَلَىٰٓ أَرْجَآئِهَا ۚ وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَٰنِيَةٌ”

Artinya: “Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat. Dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.”

Surah Yunus (10) Ayat 46:

“وَإِمَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ ٱلَّذِى نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ ثُمَّ ٱللَّهُ شَهِيدٌ عَلَىٰ مَا يَفْعَلُونَ”

Artinya: “Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebahagian dari (siksa) yang Kami ancamkan kepada mereka, (tentulah kamu akan melihatnya) atau (jika) Kami wafatkan kamu (sebelum itu), maka kepada Kami jualah mereka kembali, dan Allah menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan.”

Surah An Nahl (16) Ayat 89:

“وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِى كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِم مِّنْ أَنفُسِهِمْ ۖ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَىٰ هَٰؤُلَاۤءِ ۚ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ تِبْيَٰنًا لِّكُلِّ شَىْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ”

Artinya: “(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.”

Surah Al Baqarah (2) Ayat 254:

“يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنفِقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَٰعَةٌ ۗ وَٱلْكَٰفِرُونَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ”

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.”

Surah Al Zalzalah (99) Ayat 1-8:

“اَلْقَارِعَةُۙ ١ مَا الْقَارِعَةُ ۚ ٢ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْقَارِعَةُ ۗ ٣ يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِۙ ٤ وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗ ٥ فَاَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهٗۙ ٦ فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۗ ٧ وَاَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗۙ ٨”

Artinya: “Al-Qāri’ah (hari Kiamat yang menggetarkan). Apakah al-Qāri’ah itu? Tahukah kamu apakah al-Qāri’ah itu? Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan dan gunung-gunung seperti bulu yang berhamburan. Siapa yang berat timbangan (kebaikan)-nya, dia berada dalam kehidupan yang menyenangkan. Adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)-nya, tempat kembalinya adalah (neraka) Hawiyah. Tahukah kamu apakah (neraka Hawiyah) itu? (Ia adalah) api yang sangat panas.”

(NS/LPT)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini