spot_img
Minggu, Juli 14, 2024
spot_img

Keutamaan Membaca Al-Qur’an

Pembaca Alquran Akan Dibangkitkan Bersama Malaikat

KNews.id – Hari kebangkitan merupakan sebuah keniscayaan, yang pasti akan dirasakan oleh seluruh umat manusia di muka bumi. Setelah manusia dibangkitkan dari  alam kubur, maka Allah akan mengumpulkan manusia di Padang Mahsyar untuk menunggu keputusan Allah.

- Advertisement -

Pada hari tersebut, hari dimana manusia dibangkitkan sesuai amalannya, dan tiada berguna lagi harta benda bahkan ikatan persaudaraan. Hanya amal solihlah yang menemani pada hari kebangkitan yang dahsyat tersebut.

Betapa beruntungnya, bilamana manusia dibangkitkan bersama para malaikat mulia, bersama para nabi, sahabat, dan kaum muslimin. Siapakah yang beruntung untuk dibangkitkan bersama para malaikat tersebut? Ialah sang ahlul Quran. Yang rajin membaca Alquran, mentadabburinya dan mengamalkannya. Sebagaimana dalam sebuah hadits:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

Aisyah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala”. (HR. Muslim)

- Advertisement -

penjelasan imam muslim :

وَأَمَّا الَّذِي يَتَتَعْتَعُ فِيهِ فَهُوَ الَّذِي يَتَرَدَّدُ فِي تِلَاوَتِهِ لِضَعْفِ حِفْظِهِ فَلَهُ أَجْرَانِ : أَجْرٌ بِالْقِرَاءَةِ ، وَأَجْرٌ بِتَتَعْتُعِهِ فِي تِلَاوَتِهِ وَمَشَقَّتِهِ .

‘Adapun orang yg terbata bata dalam membaca alqur’an adalah yg berulang2 dalam membacanya sebab lemahnya hafalan maka baginya dua pahala yaitu pahala membaca dan pahala kesulitan dalam membacanya.’

Sungguh, tiada kerugian bagi sang Ahlul Quran. Bagi seseorang yang mahir, maka mendapat kemuliaan dibangkitkan bersama malaikat. Adapun bagi Sahabat Quran yang masih terbata karena kurang lancar membaca Alquran, bahkan tetap diganjar dua pahala.

Bahkan bagi Shohibul Quran yang telah berazzam untuk menghafalkan Alquran, namun kemampuannya terbatas dan tetap mengisi hari harinya dengan bacaan Alquran, maka iapun akan dibangkitkan bersama para Penghafal Alquran. Demikian karena manusia akan dibangkitkan bersama yang ia cintainya.

Buah Utrujah, Identitas Keharuman Pembaca Alquran

Buah utrujah atau buah jeruk yang harum dan manis merupakan salah satu buah yang dianalogikan sebagai umat islam yang gemar membaca Alquran. Sebagaimana dalam sebuah hadits:  Dari Abu Musa Al Asy’ariy RA, Rasulullah ﷺ bersabda,

الْمُؤْمِنُ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَعْمَلُ بِهِ كَالأُتْرُجَّةِ ، طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَرِيحُهَا طَيِّبٌ ، وَالْمُؤْمِنُ الَّذِى لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَعْمَلُ بِهِ كَالتَّمْرَةِ ، طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَلاَ رِيحَ لَهَا ، وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالرَّيْحَانَةِ ، رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ ، وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِى لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالْحَنْظَلَةِ ، طَعْمُهَا مُرٌّ – أَوْ خَبِيثٌ – وَرِيحُهَا مُرٌّ

Permisalan orang yang membaca Al Qur’an dan mengamalkannya adalah bagaikan buah utrujah, rasa dan baunya enak. Orang mukmin yang tidak membaca Al Qur’an dan mengamalkannya adalah bagaikan buah kurma, rasanya enak namun tidak beraroma. Orang munafik yang membaca Al Qur’an adalah bagaikan royhanah, baunya menyenangkan namun rasanya pahit. Dan orang munafik yang tidak membaca Al Qur’an bagaikan hanzholah, rasa dan baunya pahit dan tidak enak.” (HR. Bukhari, no. 5059)

Didapati orang-orang munafiq yang mampu membaca Alquran dengan bacaan yang bagus dan tartil. Namun mereka hakekatnya adalah para munafiq yang kondisi mereka ketika membaca Alquran adalah seperti yang digambarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ :

يقرؤون القرآن لا يتجاوز حناجرهم

Mereka rajin membaca Alquran, namun bacaan Alquran mereka tidak melewati kerongkongan mereka.”

Maka Nabi ﷺ mengumpamakan mereka dengan buah Raihanah, yang harum aromanya, karena mereka terlihat rajin membaca Alquran; namun buah tersebut pahit rasanya, karena jelek dan jahatnya jiwa mereka serta rusaknya niat mereka.

Adapun orang munafiq yang tidak rajin membaca Alquran, maka diumpamakan oleh Rasulullah ﷺ seperti buah Hanzhalah, rasanya pahit dan tidak memiliki aroma wangi.

Inilah munafiq yang tidak memiliki kebaikan sama sekali. Tidak memiliki aroma wangi, karena memang ia tidak bisa membaca Alquran, selain itu, dzat dan jiwanya juga dzat dan jiwa yang jelek dan jahat. Demikian jenis dan tipe manusia terkait dengan Alquran. Semoga Allah masukkan kita ke dalam golongan mukmin yang sekaligus ahlul Quran. Aamiin.

(Zs/NRS)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini