spot_img
Rabu, Januari 28, 2026
spot_img
spot_img

Kenapa Pembebasan TKDN Produk Asal Amerika di Anggap Merugikan?

KNews.id – Jakarta – Direktur China-Indonesia Desk Center of Economic and Law Studies (Celios), Muhammad Zulfikar Rakhmat menyoroti Perjanjian Dagang Resiprokal Amerika Serikat ke Indonesia yang meminta produk telekomunikasi bebas dari ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Menurut dia perjanjian dagang ini berisiko bagi industri dalam negeri karena produk dari Amerika dapat masuk dengan mudah ke Indonesia.

Perjanjian ini juga tidak adil bagi industri telekomunikasi dalam negeri yang tetap wajib memenuhi ketentuan TKDN. Artinya, mereka bakal makin terhimpit karena komitmen dagang ini. “Produk dari Amerika Serikat yang lebih canggih bisa masuk tanpa hambatan, produsen lokal akan merugi karena mereka harus bersaing dengan barang impor yang lebih murah atau lebih canggih itu,” kata Zulfikar.

- Advertisement -

Di sisi lain, kata Zulfikar, perjanjian dagang ini bisa berdampak positif terhadap peningkatan daya saing dan inovasi dari industri telekomunikasi dalam negeri untuk terus mendorong keandalan produk mereka. Namun, tentu dampak positif ini perlu dukungan dari pemerintah terutama dalam memberikan ruang yang adil bagi perkembangan industri lokal.

“Dengan dukungan yang tepat dari pemerintah, industri dalam negeri dapat berkembang dan bersaing, terutama di sektor-sektor yang sudah cukup maju,” ucap Zulfikar.

- Advertisement -

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan kedua belah pihak masih dalam proses negosiasi lebih lanjut untuk skema teknisnya untuk Perjanjian Dagang Resiprokal ini. “Intinya pemerintah on going process negosiasi. Detailing-nya masih dibicarakan,” ucapnya saat ditemui di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di BSD, Tangerang, Kamis, 24 Juli 2025.

Agus memastikan komitmen dalam perjanjian dagang itu tidak akan merugikan kepentingan nasional. Presiden Prabowo Subianto, kata dia, sangat mengedepankan kepentingan nasional supaya industri Tanah Air bisa maju di kancah global.

Ia turut meminta para pelaku industri di Indonesia bersabar dan tidak terburu-buru menyimpulkan Perjanjian Dagang Resiprokal yang dirilis pemerintah Amerika Serikat. “Sampai kita mendapatkan detail kesepakatan antara Indonesia dengan Amerika Serikat,” ujar Agus.

Sementara itu, dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan Gedung Putih, kedua negara dikatakan akan mengatasi hambatan non-tarif yang mempengaruhi perdagangan dan investasi bilateral. “Termasuk membebaskan perusahaan AS dan produk-produk buatannya dari ketentuan konten lokal,” tulis pemerintah AS dalam laman whitehouse.gov pada Selasa, 22 Juli 2025.

Pernyataan tersebut juga menyebut Indonesia bakal menghapus 99 tarif untuk produk industrial dan agrikultur AS yang diekspor ke Indonesia. Sebagai gantinya, AS akan menurunkan tarif resiprokal dari 32 menjadi 19 persen untuk produk yang diimpor dari Indonesia. Komoditas tertentu yang tidak tersedia di AS akan dipertimbangkan untuk mendapat potongan tarif lebih rendah.

(FHD/Tmp)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini