KNews.id – Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pemenuhan hak bagi korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 berjalan secara optimal.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Triono menuturkan, upaya pemenuhan hak korban dimaksud yakni pemberian santunan bagi korban meninggal dunia. Santunan diberikan kepada ahli waris.
“Untuk ahli waris yang sudah melapor, proses santunan dapat segera dilakukan,” kata Triono dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).
“Sedangkan untuk korban yang ahli warisnya belum melapor, kami tetap mengawal agar prosesnya dapat dilanjutkan sesuai dengan ketentuan.”
Dalam hal ini, terdapat tiga korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi, yaitu almarhum Surya, almarhum Muhammad Abdianoor, dan almarhumah Yuli.
Dijelaskan Triono, dalam proses penyaluran hak tersebut, ahli waris almarhum Surya telah menerima total santunan sebesar Rp70 juta, yang terdiri dari santunan PT Jasa Raharja sebesar Rp50 juta dan PT Jasa Raharja Putera sebesar Rp20 juta.
Sementara untuk almarhum Muhammad Abdianoor dan almarhumah Yuli, kata dia, hingga saat ini belum terdapat ahli waris yang melapor untuk proses penyaluran santunan.
Namun demikian, sebagai bagian dari penanganan awal, masing-masing korban telah diberikan biaya penguburan sebesar Rp6 juta. Penyerahan santunan dilakukan PT Jasa Raharja dan PT Jasa Raharja Putera di Banjarmasin pada Sabtu (19/9/2026) kemarin.
Triono pun menegaskan penanganan korban menjadi perhatian pihaknya, termasuk memastikan proses penyerahan jenazah dan pemenuhan hak melalui santunan dapat berjalan dengan baik. Tim DVI Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) telah mengidentifikasi tiga korban meninggal dunia KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) lalu.
Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol. dr. Muchammad Sofwan menyebut pihaknya menerima tiga kantong jenazah pada Jumat (18/9/2026). Tiga jenazah yang terdiri dua orang laki-laki dan satu perempuan ini juga telah berhasil diidentifikasi.
“Yang pertama, jenazah nomor post portem 002 dengan ante mortem 007, atas nama Muhammad Abdianoor, laki-laki, 30 tahun, asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan,” kata Sofwan dalam konferensi persnya pada Sabtu.
Kemudian, jenazah kedua dengan nomor post mortem 004 dinyatakan identik dengan ante mortem 008, teridentifikasi atas nama Yuli, perempuan, 29 tahun, asal Banjarmasin, Kalsel. Lalu, jenazah ketiga dengan nomor post mortem 003 identik dengan ante mortem 005, teridentifikasi atas nama Surya, laki-laki, 59 tahun, asal Margasari Hulu, Kalsel.
“Jumlah total jenazah yang teridentifikasi pada hari Sabtu, 19 September 2026 sebanyak 9 orang,” ujarnya.






