Pihak atau orang yang hanya mementingkan urusan perut disebut Busyro nggragas alias rakus. “Orang yang sudah dikasih makan negara justru masih nggragasi rakyatnya,” kata dia.
Hal tersebut dinilai Busyro bak kucing berwajah macan. “Setelah rakus makan dan kenyang, masih saja rakyat dinglethaki (digigit sampai remuk),” sebutnya.
Busyro pun menyebut warga Wadas sebagai orang-orang hebat yang mempertahankan keberlangsungan kehidupan manusia dan alam. Ia juga menyinggung hasil sidang gugatan warga Wadas terhadap Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM.
Gugatan itu terkait surat rekomendasi untuk penambangan batu andesit di Desa Wadas. Menurut Busyro, hasil putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta belum sempurna.
“Mengajukan ke pengadilan sesuai dengan aturan agama (etika dan adab) dan negara (kontitusi). Kalau putusan belum memuaskan karena yang mengurus hanya sekian persen dari sekian juta rakyat Indonesia. Yang ngurus ada yang baik, ada yang pura-pura baik, ada yang mukanya nampak baik tapi nglethak,” tuturnya. (Ach/Gtr)




