KNews.id – Jakarta – Meningkatnya kasus campak di Indonesia kembali menjadi perhatian para ahli. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menilai kondisi ini sebagai peringatan serius, mengingat campak merupakan penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi.
Ketua Pengurus Pusat IDAI, dokter spesialis anak Piprim Basarah Yanuarso menyebut situasi ini sebagai kemunduran bagi sistem kesehatan anak di Indonesia.
“Tentu saja ini satu kemunduran menurut saya, bagaimana Indonesia negara yang 280 juta itu juara kedua di atasnya India. India itu, kan, 2 miliar penduduknya, kasus campaknya banyakan Indonesia gitu ya. Ini kan satu tamparan keras buat kita semua ya,” kata Piprim, di Rumah Vaksinasi Pusat, Jakarta Timur, (12/3).
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), India dan Indonesia sama-sama termasuk dalam daftar negara dengan kasus campak tertinggi.
India berada di posisi ke-3 dengan jumlah 9.666 kasus. Sementara Indonesia berada di atasnya dengan jumlah 10.744 kasus campak.
Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya menjadi pengingat bagi berbagai pihak untuk kembali memperkuat upaya pencegahan penyakit pada anak, terutama melalui imunisasi.
Dokter konsultan jantung anak itu menjelaskan bahwa meningkatnya kasus campak di Indonesia tidak lepas dari turunnya cakupan imunisasi. Ia menilai, keraguan sebagian masyarakat terhadap vaksin menjadi salah satu faktor utama.
“Kalau di Indonesia, saya kira yang paling jelas adalah memang keraguan masyarakat untuk melakukan imunisasi pada anaknya,” kata dia.
Campak sendiri merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Karenanya, cakupan imunisasi harus sangat tinggi agar penularannya bisa ditekan.
“Campak itu, kan, cakupannya harus tinggi, harus di atas 95 persen dan itu pernah kita capai. Tapi, katakanlah dari 95 persen itu turun menjadi 80 persen aja, itu KLB-nya sudah muncul,” jelasnya.
Wabah campak, sebut dia, bakal tetap muncul meski penurunan cakupan imunisasi cenderung sedikit.
“Untuk campak itu KLB enggak harus cakupannya nol, enggak harus 50 persen. Turun menjadi 80 persen aja, KLB-nya sudah muncul. Karena penyakitnya sangat nular,” kata dosen Fakultas Kedokteran di Universitas Indonesia itu.
Campak sendiri merupakan penyakit infeksi yang sangat menular. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang sangat mudah menyebar melalui droplet.
Gejala campak biasanya diawali oleh demam tinggi, batuk, pilek, mata merah. Perlahan, akan muncul ruam kemerahan yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh. Vaksinasi jadi cara paling efektif untuk mencegah campak.




