spot_img
Minggu, Januari 18, 2026
spot_img
spot_img

Kapuspen TNI Jelaskan Faktanya! Pengangkut Bantuan Bencana di Cegat GAM

KNews.id – Jakarta, Warganet dihebohkan dengan rekaman video tentang sekelompok orang yang mengaku sebagai bagian dari Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan staf gubernur Aceh mencegat kapal pengangkut bantuan yang dijaga prajurit TNI. Bantuan dalam kapal itu rencananya disalurkan untuk korban bencana di Provinsi Aceh.

Karena kapal pengangkut bantuan diadang sejumlah orang yang mengenakan seragam mirip loreng dan baret, prajurit TNI berkaus loreng pun mengontak komandannya untuk berkoordinasi. Sempat terjadi perdebatan lantaran personel TNI tersebut meminta orang itu menelepon langsung Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem.

- Advertisement -

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah menjelaskan, sekelompok orang itu bukan anggota GAM. “Berdasarkan informasi yang telah kami verifikasi, peristiwa dalam video tersebut benar terjadi, namun bukan dilakukan oleh kelompok bersenjata GAM, melainkan oleh dua orang anggota KPA (Komite Peralihan Aceh) Meja Ijo Idi Cut di Aceh Timur,” ucap Freddy Senin (8/1/2025).

Menurut dia, insiden itu terjadi pada 4 Desember 2025. Saat itu, dua individu yang memakai seragam mencegat Kapal Feri Express Bahari yang membawa logistik bantuan banjir dari Ketua TP PKK Aceh untuk wilayah Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Timur.

- Advertisement -

“Kedua orang itu meminta agar sebagian bantuan diturunkan kepada mereka, namun tidak dapat menunjukkan surat perintah atau keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. Petugas kapal menolak karena distribusi bantuan harus mengikuti prosedur resmi. Ketika aparat keamanan laut mendekat, kapal bantuan langsung melanjutkan perjalanan menuju Kuala Langsa,” ujar Freddy.

Dia menegaskan, TNI menilai tindakan sejumlah orang berseragam itu sebagai personal yang arogan dan tidak dapat dibenarkan. Pasalnya, mereka sampai naik kapal dan berdebat dengan petugas, dapat menghambat distribusi bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

“TNI bersama aparat keamanan setempat telah melakukan langkah-langkah untuk memastikan keamanan jalur distribusi bantuan, termasuk jalur laut, agar kejadian serupa tidak terulang dan para pemberi bantuan merasa aman,” kata Freddy.

Dia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bisa saling membantu dalam menyalurkan bantuan agar cepat sampai ke korban bencana. “Kami mengimbau seluruh pihak untuk tidak menghalangi distribusi bantuan dalam kondisi darurat kemanusiaan. Fokus utama kita adalah mempercepat penanganan banjir dan menjamin bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelas Freddy.

(FHD/Rpk)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini