KNews.id – Jakarta – Kanker tidak hanya dialami orang dewasa. Anak-anak juga dapat mengalami penyakit ini, meski jenis kanker yang muncul pada anak berbeda dengan kanker yang lebih banyak ditemukan pada orang dewasa.
Lantas, apakah kanker pada anak sebenarnya bisa dicegah?
Dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi, dr. Nia Astharina, Sp.A., Subsp.H.O(K), menjelaskan bahwa penyebab kanker pada anak hingga kini belum sepenuhnya diketahui. Menurut dia, kanker pada anak berkaitan dengan perubahan atau mutasi genetik pada sel. Kondisi tersebut dapat terjadi sejak anak masih dalam kandungan maupun setelah lahir.
“Sebagian besar kanker pada anak itu kita tidak tahu penyebab pastinya,” ujar dr. Nia dikutip dari Instagram Kementerian Kesehatan, Jumat (25/9/2026).
Karena itu, pencegahan kanker pada anak tidak selalu dapat dilakukan secara spesifik seperti pada beberapa jenis kanker orang dewasa.
Pola hidup sehat tetap penting
Meski tidak semua kanker pada anak dapat dicegah, orangtua tetap dapat membantu menjaga kesehatan anak dengan menerapkan pola hidup sehat. Dokter Nia mengatakan, anak sebaiknya mendapatkan makanan bergizi seimbang, cukup tidur, aktif bergerak, serta terhindar dari paparan asap rokok.
Paparan berbagai zat yang berpotensi merusak sel, termasuk asap rokok dan zat karsinogenik dari lingkungan, perlu diminimalkan.
Namun, pola hidup sehat tidak berarti dapat menjamin anak terbebas dari kanker. Pasalnya, kanker pada anak memiliki karakteristik yang berbeda dengan kanker pada orang dewasa. Faktor genetik dan perubahan pada sel dapat berperan dalam munculnya penyakit tersebut.
Kanker anak tidak selalu berkaitan dengan keturunan
Riwayat kanker dalam keluarga juga tidak otomatis berarti seorang anak akan mengalami kanker. Menurut dr. Nia, faktor keturunan memang dapat meningkatkan risiko pada kondisi tertentu, tetapi sebagian besar kanker anak bukanlah penyakit yang secara langsung diwariskan dari orangtua kepada anak.
Oleh karena itu, orangtua tidak perlu langsung menganggap kanker pada anak sebagai akibat dari kesalahan pola asuh atau pola makan. Yang lebih penting adalah mengenali kondisi kesehatan anak dan tidak mengabaikan gejala yang tidak biasa.
Kenali gejala kanker pada anak
Karena penyebabnya tidak selalu dapat dicegah, deteksi dini menjadi salah satu hal yang penting diperhatikan orangtua. Gejala kanker pada anak dapat berbeda-beda, bergantung pada jenis kanker yang dialami. Beberapa keluhan juga bisa menyerupai penyakit lain yang lebih umum terjadi pada anak.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain demam berulang tanpa penyebab yang jelas, perdarahan seperti mimisan atau gusi berdarah, munculnya benjolan yang tidak biasa, serta perubahan pada mata.
Pada retinoblastoma, misalnya, salah satu tanda yang dapat terlihat adalah refleks putih pada mata atau kondisi yang kerap digambarkan seperti “mata kucing”. Sementara itu, leukemia dapat disertai keluhan seperti pucat, mudah lelah, demam berulang, atau perdarahan.
Meski demikian, munculnya gejala tersebut tidak berarti anak pasti mengalami kanker. Keluhan serupa dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain. Jika gejala berlangsung berulang, semakin berat, atau tidak kunjung membaik, orangtua sebaiknya membawa anak untuk diperiksa oleh dokter.
Ada kanker yang dapat dicegah dengan vaksinasi
Pencegahan secara spesifik memang tidak berlaku untuk seluruh jenis kanker anak. Namun, vaksinasi dapat membantu mencegah infeksi tertentu yang berhubungan dengan kanker di kemudian hari.
Salah satunya adalah vaksin human papillomavirus (HPV), yang diberikan untuk membantu mencegah infeksi HPV dan penyakit terkait HPV, termasuk kanker serviks.
Karena itu, mengikuti jadwal imunisasi sesuai rekomendasi tenaga kesehatan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan anak dan remaja.






