KNews.id – Jakarta – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan respons terkait pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI M Jusuf Kalla (Jokowi) terkait pemenangan pasangan tersebut pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Dia pun berkomentar santai menanggapi klaim JK.
“Ya saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” katanya ditemui awak media di depan rumahnya kawasan Sumber, Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (20/4/2026).
Disinggung mengenai pernyataan JK yang menyebut negara hancur karena dirinya saat menjadi presiden, Jokowi hanya menjawab singkat. Menurut dia, yang menilai Indonesia hancur atau tidak bukanlah dirinya. “Yang menilai bukan saya,” kata mantan wali kota Solo tersebut.
Sebelumnya, JK menyinggung memiliki hubungan baik dengan Jokowi, dengan membawanya sebagai gubernur DKI. “Apa kurangnya saya coba? Saya yang bawa ke Jakarta,” katanya.
JK pun memiliki sumbangsih memenangkan Jokowi pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2012. “Saya yang bantu Jokowi. Tanya sama beliau. Kasih lihat foto ini. Itu masih pakai baju kotak-kotaknya. Janganlah macam-macam begitu,” ucap JK.
Sebelumnya, JK merasa geram dengan tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Hal itu setelah fitnah yang menimpanya gara-gara ia meminta Jokowi menunjukkan ijazah asli ke publik.
Dengan nada geram, JK mengingatkan kembali peran vitalnya dalam membawa Jokowi ke kancah politik nasional. “Kasih tahu semua itu termul-termul itu. Jokowi jadi Presiden karena saya. Setuju? Setuju. Tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden,” ucap JK dalam konferensi pers di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
JK pun mengungkit perannya dalam mengantarkan Jokowi menjadi gubernur DKI. Dia menyebut, sampai turun langsung meyakinkan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri agar mau mencalonkan Jokowi sebagai cagub dan menang berkompetisi. Padahal, kata dia, Megawati sempat menolak untuk mengusung Jokowi.
“Ibu Mega bilang ‘Jangan, Pak Jusuf dampingi’. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Jusuf Wakil-nya. Ya bukan saya minta, bukan. Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau tidak ada pengalaman,” kata JK membagikan pengalaman bertemu Megawati menjelang pencalonan Pilgub DKI 2012.




