Oleh : Sutoyo Abadi
KNews.id – Jakarta, Keberadaan bandara PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) bukan satu – satunya bandara pendaratan yang tidak memiliki perangkat negara baik seperti Bea Cukai dan Imigrasi, untuk pendataan TKA ilegal.
Di era rejim Jokowi dengan operator LBP : Terlalu banyak kawasan kedaulatan strategis, bandara dan pelabuhan ilegal, menjadi daerah abu abu, untuk mengatur dan membawa hasil rampasan SDA keluar wilayah NKRI dan Tenaga Kerja Asing ( TKA ) ilegal.
Jokowi dan LBP : demi oligark menjual kedaulatan negara dan mengabaikan rambu rambu negara bahwa kawasan industri strategis tidak hanya memegang peranan penting dalam ekonomi nasional, tetapi juga menyentuh inti dari kedaulatan dan keamanan nasional.
Jokowi dan LBP : sengaja membiarkan kawasan industri strategis dari pengawasan data geospasial, keberadaan tenaga kerja asing, potensi kebocoran informasi, hingga lemahnya integrasi keamanan kawasan.
Jokowi dan LBP : membuka pintu risiko negara yang jauh lebih besar daripada sekedar persoalan ekonomi yaitu kehilangan kendali atas jantung strategis negara.
Jokowi dan LBP : bukan hanya lengah tetapi sengaja membiarkan strategi taktis oligark bisa ditebus sampai aset vital dikuasai asing khususnya Cina.
Jokowi dan LBP : sengaja membiarkan datangnya krisis besar di kawasan strategis dengn segala dampaknya yang membayakan kedaulatan negara.
Jokowi dan LBP : penghianat negara menegosiasikan objek fital kedaulatan negara padahal kedaulatan tidak boleh dinegosiasikan.
Sekarang krisis besar telah datang, resiko besar akibat kebijakan negara oleh Jokowi dan LBP demi oligark menimpa Presiden Prabowo Subianto yang harus bertindak keras karena negara harus hadir lebih cepat, tegas, dan cerdas.
(FHD/NRS)




