Oleh : Damai Hari Lubis – Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)
KNews.id – Jakarta, “Bapak saat ini sedang pemulihan dari alergi kulit. Pascapulang dari Vatikan,” demikian kata nara sumber ajudan Jokowi, Kompol Syarif Fitriansyah, di Sumber, Banjarsari, Solo, yang dilansir oleh media detikJateng, Kamis (5/6/2025).
“Jokowi Kena Alergi Kulit Sejak dari Vatikan, Ajudan Bantah Berobat ke LN”;
https://news.detik.com/berita/d-7950378/Jokowi
Akhirnya isu Jokowi alergi (gatal-gatal) ini, menyebar ramai di media sosial tempat berinteraksi dunia maya milik publik.
Diantaranya berkembang berita dari insan pers Jokowi diserang penyakit Sindrom Stevens-Johson (SJS), bahkan Jokowi sempat diserang kabar hoaks sadis (tak bertanggungjawab dan tidak memiliki hati nurani) ‘seolah Jokowi mengaku’ terjangkit penyakit lepra (“sejenis penyakit kusta”);
https://www.komdigi.go.id/berita/berita-hoaks/detail/hoaks-jokowi-
Oleh karenanya hal hal yang menyangkut kesehatan Mantan Presiden RI ke 7 ini butuh penjelasan konkrit minimal dari salah seorang putra kandungnya, dalam hal ini oleh Gibran RR atau dari Kaesang P. agar isu miring tidak menjalar kemana-mana yang sulit dicari sumbernya atau setidak-tidaknya dari pihak Humas Danantara atau pihak tim medis dari Kemenkes segera menyampaikan terkait nasib kesehatan Jokowi saat ini.
https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/06/09/164200382/-hoaks-
Selain demi menjaga nama baik dari bekas orang nomor satu ditanah air, dan beliau juga saat ini memiliki jabatan publik yang cukup penting dan terhormat di Danantara, sebuah program nasional Prabowo Subianto, Presiden RI ke 8 RI.
Selebihnya demi kepentingan umum, ada bentuk antisipasi, jika memang penyakit yang dialami Jokowi berbahaya serta menular, sebaiknya Jokowi dikarantina, agar mencegah dari faktor kontaminasi penyakit, oleh kebiasaan perilaku Jokowi “yang ramah kepada publik” sehingga sering dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai status sosial.
Jokowi memang belakangan ini, mengalami serangan dari berbagai ‘rumor’ negatif, yang cukup keras menerjangnya, dari mulai ‘tudingan’ publik, selaku pengguna ijazah palsu, Ia juga seolah-olah “dihubung-hubungkan” terhadap kasus Kebakaran Kios di Pasar Pramuka Matraman
Dan yang mutakhir Jokowi dipertanyakan publik perihal status hukum kepemilikan terhadap kapal laut pengangkut hasil galian (tambang) nikel yang berada di Raja Ampat, karena terdapat inisial nama kapal dimaksud seolah milik Jokowi dan Iriana, namun implisit Jokowi melalui klarifikasinya sudah menyangkal kapal itu miliknya. Namun sebagian publik menganggap “Jokowi lagi-lagi berkata bohong,” oleh sebab Jokowi memang acap berkata dusta.
(FHD/NRS)




