spot_img
Rabu, Februari 18, 2026
spot_img
spot_img

Jokowi Benar-benar sudah Game Over?

Ketiga alasan itu adalah:

Pertama, posisi Timnas Indonesia yang dianggap kurang strategis dalam persepakbolaan dunia. Seandainya Timnas Indonesia memiliki posisi yang penting dalam peringkat dunia, sehingga memiliki posisi tawar yang tinggi, kemungkinan akan dipertimbangkan dan tidak dicoret begitu saja. Tapi karena Timnas Indonesia levelnya masih di bawah dan bisa masuk kompetisi karena give away sehingga tidak punya nilai tawar sama sekali.

- Advertisement -

Kedua, Kelalaian Pemerintah Indonesia dalam mengatasi tragedi Kanjuruhan Oktober 2022. Seperti apa yang telah dirilis oleh Fifa secara resmi bahwa Kasus Kanjuruhan sebagai alasan utama dibatalkannya Indonesia sebagai host Piala Dunia U-20. Ini artinya, penanganan kasus Kanjuruhan yang tidak komprehensif dan tuntas menyebabkan Indonesia harus menghadapi berbagai sanksi FIFA. Bisa jadi ke depan masih ada sanksi-sanksi yang lain. Ternyata penangan kasus Kanjuruhan ini tampak saling lempar tanggung jawab, seolah tidak ada pihak atasan yang harus bertanggung jawab, sehingga penyelesaian berlarut-larut dan tidak tuntas.

Ketiga, Pengaruh Jokowi di dunia internasional sudah sangat lemah. Kondisi di Indonesia yang carut marut dan tak kunjung teratasi bahkan makin terpuruk, membuat Posisi tawar Indonesia sangat lemah. Ini disebabkan kepemimpinan Jokowi yang lemah dan tidak berwibawa sehingga tidak mampu mengendalikan pemerintahan, semua jalan sendiri-sendiri bahkan terbentuk kubu-kubu.

- Advertisement -

Sekarang nasi sudah jadi bubur. Tragedi Kanjuruhan di mana lebih dari 200 orang terbunuh, rekam jejaknya akan terus menghantui ketenangan para (aparat) pembantai dan juga atasannya yang bertanggung jawab.

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini