KNews.id – Jakarta – Kuasa hukum Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rivai Kusumanegara, menyebut kliennya hanya akan hadir satu kali dalam setiap pokok perkara di sidang terdakwa Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa.
Rivai memprediksi bahwa mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut dijadwalkan akan hadir di sidang Roy Suryo dan dokter Tifa pada Kamis, 8 Oktober 2026 mendatang.
“Pak Jokowi memang datang hanya sekali dalam setiap perkara. Sebagai saksi korban tentu akan didengar selain fakta perkara yang dialami. Kedua, kerugian yang dialami beliau harus diutarakan, nanti hakim akan menilai itu semua,” kata Rivai, dikutip dari tayangan Kompas TV, Sabtu (19/9/2026).
“Untuk di perkara Pak Roy tentu akan datang sekali, di perkara Bu Tifa sekali. Kemarin belum ditetapkan tanggalnya tapi kita perkirakan 8 Oktober beliau diagendakan untuk hadir,” imbuhnya.
Rivai Kusumanegara juga memastikan bahwa Jokowi akan menghadiri sidang Roy Suryo dan dokter Tifa.
“Saya pastikan beliau akan hadir,” tegasnya.
“Pak Jokowi sudah berkali-kali di berbagai media termasuk juga kami sebagai penasihat hukum beliau menyatakan beliau akan hadir di persidangan,” ujarnya.
Dalam sidang tersebut, Jokowi nantinya akan menerangkan proses perkuliahannya di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga mendapat ijazah dan wisuda pada 1985.
“Beliau menginginkan persoalan pendidikan ini beliau akan menerangkan di pengadilan di bawah sumpah, bahwa beliau menjalani perkuliahan dari awal sampai akhir,” ujar Rivai.
“Seluruh proses sudah dilewati dan beliau memperoleh ijazah ini resmi pada saat wisuda UGM di tahun 1985,” lanjutnya.
Menurut Rivai, fakta tersebut akan diterangkan dan dipertanggungjawabkan oleh Jokowi.
“Termasuk juga dia akan menyampaikan bagaimana terkoyak harkat martabat kehormatan beliau gara-gara isu tuduhan ini yang digulirkan selama bertahun-tahun secara berulang-ulang di berbagai media,” ucapnya.
“Ini betul-betul mengganggu kehidupan tidak hanya pribadi, keluarga, tapi juga sudah banyak institusi terganggu,” sambung Rivai.
Alasan Jokowi Ingin Hadir di Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa Rivai Kusumanegara mengatakan Jokowi ingin hadir di sidang Roy Suryo dan dokter Tifa untuk menunjukkan bahwa setiap warga negara harus menghormati proses hukum, termasuk mantan kepala negara.
“Kenapa beliau (Jokowi) ingin hadir ke sidang? Beliau mengharapkan ini menjadi teladan,” kata Rivai, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Kompas TV, Rabu (16/9/2026).
“Karena selama ini kalau kita lihat sejarah peran Indonesia boleh dibilang belum pernah mendengar keterangan seorang mantan presiden sekalipun, apalagi presiden aktif ke persidangan,” imbuhnya.
Menurut Rivai, selama ini belum banyak terjadi mantan presiden maupun presiden aktif memberikan keterangan secara langsung di persidangan. Ia menilai kepala negara atau mantan kepala negara kerap dianggap memiliki hak istimewa untuk diwakili.
“Seolah-olah seorang kepala negara atau mantan kepala negara memiliki privilege tertentu untuk bisa diwakilkan. Beliau ingin sendiri ini menjadi contoh bagi semua orang,” tutur Rivai.
Rivai menyebut Jokowi ingin hadir langsung di pengadilan karena Indonesia merupakan negara hukum yang mengedepankan proses hukum. Menurut dia, meski berstatus mantan presiden, Jokowi ingin menempatkan dirinya sebagai warga negara biasa yang menghormati seluruh proses hukum.
“Sebagai negara hukum kan tentunya kita harus mengedepankan hukum, proses hukum. Beliau ingin menjadi teladan hadir langsung karena bagaimanapun beliau sekarang jadi warga biasa,” kata Rivai.
“Sekalipun mantan presiden, beliau ingin betul-betul menjadi warga negara yang menghormati semua proses. Hadir betul-betul memberikan keterangan. Seperti kita ingat kan zaman dulu Pak Harto kan enggak hadir waktu itu karena kesehatan,” ucap pungkasnya.
3 Alasan Jokowi Hanya Ingin Tunjukkan Ijazahnya di Persidangan
Selama ini, Jokowi belum menunjukkan ijazahnya kepada dua terdakwa kasus pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu, Roy Suryo dan dokter Tifa. Rivai menyebut Jokowi akan menunjukkan semua ijazahnya mulai dari SD, SMP, SMA, dan S1 di persidangan Roy Suryo dan dokter Tifa.
“Kenapa Pak Jokowi ingin hadir? Pertama Pak Jokowi sendiri ingin menggunakan ini sebagai forum untuk bisa menunjukkan ijazahnya, baik ijazah SD, SMP, kuliah, maupun SMA,” kata Rivai.
Alasan pertama, Rivai berujar bahwa Jokowi hanya ingin menunjukkan ijazahnya di pengadilan atas izin hakim karena tempat tersebut merupakan forum yang paling tepat untuk menunjukkan ijazahnya.
“Karena menurut beliau (Jokowi) di forum inilah yang paling terhormat untuk bisa menunjukkan (ijazahnya), karena memang ini untuk menguji sebuah kebenaran material,” ujar Rivai.
Alasan kedua, Jokowi, kata Rivai, mempersilakan semua pihak di persidangan untuk menguji keaslian ijazah S1 Fakultas Kehutanan UGM, ijazah SMA, ijazah SMP, hingga ijazah SD miliknya.
“Dari ijazah-ijazah yang ditunjukkan juga beliau memberikan kesempatan kepada persidangan yang terhormat maupun publik untuk menguji secara terbuka,” tuturnya.
Alasan ketiga, Jokowi tidak ingin menunjukkan ijazahnya selama ini karena dirinya tidak ingin main-main dalam memperlihatkan ijazah tersebut.






