KNews.id – Beberapa orang merasa putus asa ketika doa-doanya tidak dikabulkan pada waktu yang diinginkan. Mereka akhirnya ada yang memilih berhenti berdoa. Padahal putus asa adalah sikap yang dilarang Allah SWT.
Ibnu Atha’illah As Sakandari dalam kitab Al Hikam mengatakan agar menghindari perasaan putus asa. Manusia diminta agar tetap sabar karena Allah pasti akan menjamin doa-doa yang dipanjatkan.
“Jangan berputus asa, meskipun engkau telah berdoa dengan keras, adanya saat penundaan dalam menerima karunia yang diharapkan. Dia telah menjamin bahwa Dia akan memenuhi doa dalam sesuatu yang dipilih-Nya untukmu, bukan pada apa yang engkau pilih untuk dirimu sendiri, dan pada saat yang Dia tentukan, bukan pada saat yang kamu inginkan,” demikian kutipan hikmah keenam dalam kitab tersebut.
Menurut Atha’illah Allah akan menjawab doa-doa manusia yang memohon secara ikhlas dan penuh kerinduan. Mereka berdoa memohon pertolongan Allah SWT yang didorong oleh perintah-Nya untuk kembali kepada-Nya.
Allah juga mengetahui kebutuhan dan pertolongan yang dibutuhkan. Dengan begitu doa yang dikabulkan akan disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan atau kehendak Allah bukan kehendak manusia itu sendiri.
Tata Cara Berdoa
Sementara itu, menurut ahli tafsir Alquran Prof Quraish Shihab dalam bukunya Shihab & Shihab memberikan saran tata cara yang sempurna dalam berdoa. Ia mengatakan berdoa harus diawali dengan memuji Allah SWT.
Setelah itu, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sebab Nabi Muhammad adalah manusia yang paling dicintai Allah SWT.
Setelah selesai memuji Allah dan membaca sholawat, kata Prof Quraish, barulah memohon kepada Allah atas dirinya dan orang lain. Disarankan agar memohon untuk kepentingan di dunia dan akhirat. Lalu, hendaknya mengakhiri doa dengan ucapan “alhamdulillah” dengan seakan-akan mengatakan tetap memuji Allah atas nikmat yang diberikan.




