spot_img

Jangan Anggap Sepele! 5 Penyakit Serius yang Sering Disamarkan oleh Rasa Lelah

KNews.id – Jakarta – Lelah adalah kondisi normal setelah tubuh beraktivitas seharian. Namun, jika rasa lelah tak kunjung hilang bahkan setelah tidur cukup, itu bisa jadi pertanda adanya masalah kesehatan serius.

2. Diabetes

Diabetes juga merupakan penyebab umum dari kelelahan yang sering disalahartikan. Ketika tubuh tidak bisa memproses glukosa menjadi energi akibat gangguan pada produksi insulin, sel-sel tubuh akan kekurangan bahan bakar.

Akibatnya, tubuh menjadi lemah dan mudah lelah. Laporan dari Medical News Todaymenyebutkan bahwa kadar gula darah yang terlalu rendah juga dapat menyebabkan kelelahan, terutama jika terjadi tanpa disadari.

- Advertisement -

“Faktor biologis seperti peradangan, kerusakan organ, dan ketidakseimbangan hormon juga bisa menyebabkan kelelahan,” kata dr. Sky Koh.

Pada penderita diabetes, kelelahan dapat terasa terus-menerus meskipun asupan makanan dan tidur sudah cukup.

Oleh karena itu, penting melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin, apalagi bila disertai gejala lain seperti sering buang air kecil, haus berlebih, dan luka yang sulit sembuh.

3. Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat.

Proses ini membuat tubuh bekerja lebih keras untuk mempertahankan diri, yang membutuhkan energi sangat besar dan menyebabkan kelelahan terus-menerus.

Beberapa penyakit autoimun yang kerap memicu rasa lelah termasuk lupus, rheumatoid arthritis, dan multiple sclerosis. 

Kelelahan juga bisa muncul akibat dampak penyakit ini terhadap sistem saraf pusat.

Gangguan pada fungsi neurotransmitter dan otak bisa mengacaukan sistem energi tubuh.

Kondisi ini membuat penderita merasa kehabisan energi sepanjang hari, meski aktivitas yang dilakukan tidak berat.

Jika Anda merasa lelah terus-menerus disertai nyeri otot, ruam, atau gangguan konsentrasi, sebaiknya segera periksa ke dokter.

4. Gangguan Tidur

Gangguan tidur menjadi penyebab langsung dari tubuh yang tidak bertenaga. Tidur yang tidak nyenyak atau terganggu membuat proses pemulihan tubuh terganggu, sehingga seseorang tetap merasa lelah di pagi hari.

Psikolog dari Geylang Polyclinic, Elizabeth Eu, menjelaskan bahwa terdapat lebih dari 10 jenis gangguan tidur yang dapat mengganggu kualitas istirahat.

“Gangguan-gangguan ini meliputi kesulitan tidur atau mempertahankan tidur, kantuk berlebihan di siang hari, ritme sirkadian yang terganggu, dan kondisi fisiologis seperti OSA (obstructive sleep apnea) yang memengaruhi kualitas tidur,” ujar Elizabeth Eu.

Eu menambahkan bahwa gangguan tidur juga bisa merusak siklus tidur-bangun alami tubuh, sehingga tidur yang seharusnya menyegarkan justru tidak memberikan efek pemulihan.

“Orang-orang yang mengalami kondisi ini biasanya merasa lelah terus-menerus dan kesulitan menjaga energi sepanjang hari,” katanya.

Jika Anda sering terbangun di malam hari, mendengkur keras, atau merasa tidak segar setelah tidur, itu bisa jadi tanda adanya gangguan tidur yang memerlukan penanganan medis.

Masalah kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan depresi juga bisa menyebabkan rasa lelah berkepanjangan. Kondisi ini membuat pikiran terus bekerja tanpa henti, bahkan saat malam hari yang seharusnya menjadi waktu istirahat.

Overthinking atau pikiran yang tidak bisa berhenti bisa memicu kelelahan fisik, meski tubuh tidak melakukan aktivitas berat. Gangguan tidur yang disebabkan oleh kecemasan atau depresi juga turut memperparah kelelahan.

Penderita sulit mendapatkan tidur berkualitas, yang berdampak langsung pada energi dan suasana hati sepanjang hari.

Jika Anda merasa tidak bersemangat, cepat lelah, dan kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasa Anda nikmati, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mental.

(NS/Lptn6)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini