spot_img
Rabu, Juni 26, 2024
spot_img

Jaga Jaringan, Telkom Punya Squad Khusus dan Tools Jenius

KNews.id –  PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (Telkom), memiliki beberapa strategi untuk memastikan jaringan telekomunikasi terjaga dengan baik. Telkom memiliki empat pasukan alias squad khusus dan tools jenius yang bisa mendeteksi permasalahan secara cepat dan cermat.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa layanan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan jaringan telekomunikasi, Telkom tak main-main dalam menjalankan perannya. General Manager Witel Solo, Nanang Setiyo Utomo, mengatakan ada tiga hal yang disiapkan untuk mengamankan jaringan.

- Advertisement -

Tiga hal itu disebutnya PPT singkatan daripeople, process, dantools. “Apakah jumlah orang cukup atau tidak? Kemudian orang itu kompeten atau tidak? Maka secara personal kami di Telkom membagi teknisi tersebut. Ada teknisi Squad Alpha, Squad Bravo, Squad Charlie dan Squad Romeo,” kata Nanang.

Dia menjelaskan Squad Alpha fokus menangani jaringan akses, sedangkan Squad Bravo fokus pada jaringan junction antar kantor Telkom atau antar kota. Sedangkan Squad Charlie fokus pada persoalan catu daya. Selanjutnya, Squad Romeo fokus mengurusi jaringan radio, misalnya pada jaringan yang menuju tower.

- Advertisement -
Sedangkan untuk tools, Telkom memiliki aplikasi khusus berbasis Android yang bisa diunduh oleh semua karyawan. Lewat aplikasi ini, petugas Telkom bisa mendeteksi masalah jaringan dengan lebih cepat. Karyawan pun bisa berperan memberikan informasi terkait kendala jaringan.

Nanang menambahkan strategi lain Telkom dalam mewujudkan jaringan yang andal yakni dengan mengembangkan jaringan bawah tanah. Keunggulan yang paling utama dari jaringan bawah tanah adalah tingkat gangguan yang lebih sedikit, meski secara investasi lebih besar.

Produk untuk Konsumen

Tak hanya itu, Telkom juga mengembangkan produk-produk lain yang bisa digunakan konsumen dalam memaksimalkan manfaat layanan jaringan Telkom. Salah satunya Netmonk, yaitu aplikasi yang bisa memonitor kondisi jaringan dan perangkat. Dengan aplikasi tersebut, konsumen bisnis bisa mengetahui siapa saja yang menggunakan jaringan dan kondisinya seperti apa.

- Advertisement -
Cuplikan dashboard Netmonk (diambil dari website netmonk). (Istimewa)
Cuplikan dashboard Netmonk (diambil dari website netmonk). (Istimewa)

“Ini sangat penting bagi perusahaan yang memiliki banyak cabang. Seperti outlet pengiriman logistik, jejaring minimarket. Begitu jaringan off, langsung akan ada notivikasi ke petugas sehingga sebelum orang-orang merasakan gangguan itu, tim sudah masuk ke sana,” jelas dia.

Manager Akses Optima Maintenance dan Data Manajemen Witel Solo, Wahyono, menambahkan layanan ini bisa dimanfaatkan misalnya oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang memiliki banyak cabang hingga luar daerah, sementara kantor pusatnya di Solo. Dengan Netmonk, kantor pusat bisa memantau seberapa tinggi traffic data di kantor cabang di luar Kota Solo.

“Dari situ juga sudah bisa tahu perlu menambah bandwidth atau tidak. Sebab bandwidth Internet pada dasarnya statistical, jadi beberapa orang bisa pakai dalam waktu bersamaan, tapi saat okupansi bandwidth sudah lebih dari 70% biasanya ada saja keluhan, misalnya tidak stabil, lamban dan sebagainya. Dengan Netmonk, akan ada rekomendasi sebelum ada gangguan. Apakah sudah waktunya menambah bandwidth. Itu salah satu fungsinya,” ujar dia.

Program lain yang juga menjadi fokus Telkom dan memanfaatkan keandalan jaringan adalah Smart Village Nusantara (SVN). SVN dikembangkan di Kemuning, Karanganyar. SVN di lokasi tersebut meliputi pembangunan jaringan Internet, membuat dashboard untuk memonitor jaringan, dan termasuk Netmonk. Selain di SVN Kemuning, Tekom juga membangun jaringan di daerah Girpasang, Klaten.

“Ini menjadi kewajiban Telkom untuk membuka wilayah-wilayah itu. Artinya ada desa yang potensial terutama untuk pariwisata dan untuk mendukung pengembangan desa. Kami memberikan porsi lebih untuk proses pembangunannya,” kata Nanang. Meski begitu, pelaksanaan program juga tetap melihat pada Analisa kelayakan investasinya.

Sejalan dengan makin baiknya layanan telekomunikasi, Telkom menggenapi dengan menyediakan berbagai produk digital yang menjadi solusi bagi masyarakat. Salah satu contohnya adalah aplikasi Pijar Sekolah.

Aplikasai tersebut bukan hanya untuk ujian sekolah, melainkan bisa juga untuk melihat aktivitas siswa. Presensi di aplikasi tersebut bisa dilakukan per pelajaran. Dengan begitu siapa saja siswa yang mengikuti pelajaran akan terpantau. Orang tua siswa pun bisa memantau aktivitas sang anak melalui Pijar. Telkom juga memberikan beberapa solusi dalam hal connectivity.

Nanang mencontohkan, ada layanan yang cocok untuk Puskesmas yang memiliki beberapa Puskesmas Pembantu.“Kami memberikan paket bundling.Namanya ASTINet [layanan premimun] yang ada IP Public dan bisa ditanam di server mereka. Sementara untuk memenuhi kebutuhan Internet, bisa menggunakan Indibiz,” jelas dia.

 

Untuk bisa lebih tahu mengenai produk-produk Telkom, masyarakat bisa langsung mengunjungi website resmi Telkom. Bisa juga mengunjungi Instagram, baik Telkom Solo maupun Telkom Jateng-DIY. Pelanggan juga bisa menghubungi call center 147.

“Jika ingin merasakan pengalaman langsung mengenai produk-produk tersebut, masyarakat Solo dan sekitarnya bisa datang ke Indibiz Experience yang ada di kompleks Kantor Witel Solo,” kata Nanang.

(Zs/SL.P)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini