Sementara itu, pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid mengatakan dia siap untuk terlibat dalam dialog atas perubahan yang diusulkan. Dirinya pun berharap tindakan pemerintah bukanlah “gertakan” semata.
Mantan menteri pertahanan Benny Gantz, seorang tokoh oposisi terkemuka, juga mengatakan siap untuk pembicaraan. Ia menilai langkah menghentikan reformasi peradilan adalah yang terbaik.
“Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” kata Gantz tentang jeda Netanyahu.
Sebelumnya, proposal reformasi peradilan telah memicu kekhawatiran dari sekutu Israel. Termasuk Amerika Serikat (AS) yang menyebut langkah terbaru Netanyahu “sebagai peluang untuk menciptakan waktu dan ruang tambahan untuk kompromi” warga. (AHM/cnbc)




