spot_img

Iran Kecam Trump soal Klaim Selat Hormuz, Tegaskan Jalur Strategis Bukan Wilayah AS

KNews.id – Jakarta – Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengecam Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas klaimnya terhadap Selat Hormuz. Dia memperingatkan bahwa “khayalannya” yang menganggap selat strategis itu sebagai “wilayah baru AS” akan dikoreksi atau Teheran sendiri yang akan meluruskannya.

“Sama seperti Trump yang menyebut Teluk Persia dengan nama yang tepat, khayalannya tentang Selat Hormuz akan segera dihilangkan, atau kami yang akan meluruskan orang delusional ini,” tulis Gharibabadi di media sosial X, dilansir media Iran, Press TV, Rabu (19/8/2026).

- Advertisement -

Sebelumnya, Trump mengunggah peta di platform Truth Social miliknya yang menampilkan Selat Hormuz sebagai ‘wilayah baru AS’, sembari menekankan ancamannya untuk mengklaim kedaulatan atas jalur perairan vital tersebut.

Kesepakatan sementara yang telah ditandatangani oleh Washington dan Teheran Juni lalu soal ‘penghentian segera dan permanen terhadap operasi militer di semua front’, telah kandas. Trump mengumumkan kesepakatan itu ‘berakhir’ pada 7 Juli lalu.

- Advertisement -

Kementerian Luar Negeri Iran kemudian menyatakan kesepakatan itu ‘ditangguhkan’ sepekan kemudian. Kedua negara kemudian kembali saling serang.

Berdasarkan nota kesepahaman (MoU) tersebut, AS dan Iran berkomitmen untuk merundingkan kesepakatan final yang mencakup isu-isu lebih luas seperti nasib program nuklir Iran dalam waktu maksimal 60 hari. Hari Senin (17/8) kemarin menandai berakhirnya batas waktu 60 hari sejak MoU tersebut ditandatangani oleh Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Secara terpisah, Iran dan Oman melakukan pembicaraan dalam upaya mencapai kesepakatan guna memulihkan aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang dilalui 20 persen pasokan minyak dan gas global sebelum perang berkecamuk pada akhir Februari.

Trump juga mengancam akan menggempur Oman jika negara itu menghalangi kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

“Jika Oman menghalangi, kita akan membombardir mereka habis-habisan,” ujar Trump dalam wawancara dengan Fox News.

Perselisihan mengenai kendali atas Selat Hormuz telah memicu kenaikan harga bahan bakar (BBM) di dunia. Trump juga dalam tekanan untuk mengakhiri perang yang ditentang keras di dalam negeri AS.

- Advertisement -

Dalam pernyataan via Truth Social pada Senin (17/8), Trump menegaskan Iran tidak bisa mendapatkan senjata nuklir dalam situasi apa pun.

“Tujuan utamanya adalah — dan akan selalu demikian — bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dalam bentuk atau cara apa pun,” tegas Presiden AS tersebut, mengulangi salah satu alasan yang pernah dia sampaikan untuk membenarkan operasi militer AS terhadap Iran.

(RD/DTN)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini